Faktanews24.com – Pacitan, Keluhan mengenai sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram kembali mencuat di sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan menjelang Hari Raya Idulfitri. Gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kecil itu dilaporkan kosong di sejumlah warung pengecer, sehingga warga harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkannya.
Salah satu warga, Muhammad Faiz Sabikun, mengaku mengalami kesulitan saat mencari tabung gas elpiji berwarna hijau tersebut. Ia bahkan harus mendatangi beberapa warung di berbagai wilayah namun tetap tidak menemukan stok yang tersedia.
“Sebagai masyarakat pengguna gas elpiji, saya mengalami kesulitan mencari gas tersebut. Bukan hanya satu atau dua warung, tapi sampai tujuh warung yang saya datangi,” ungkapnya kepada wartawan pada Jumat 13 Maret 2026.
Dia mengatakan pencarian gas elpiji tersebut tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Ia mengaku harus menyusuri beberapa kecamatan sekaligus demi mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
“Saya sudah mencari dari Punung, Sooka, Kalipucung, bahkan sampai Pringkuku, semuanya tidak ada gas elpiji,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat kecil yang setiap hari bergantung pada gas elpiji bersubsidi untuk memasak di rumah.
“Terutama kami masyarakat kecil, itu merasa kesulitan sekali untuk mencari gas,” tambahnya.
Ia juga mempertanyakan penyebab sulitnya mendapatkan gas elpiji menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran. Menurutnya, kondisi ini kerap terjadi dan menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Pertanyaan saya, apakah gas itu kalau menjelang Lebaran tidak dikeluarkan dari pabriknya? Atau memang sengaja disembunyikan untuk dijual lebih mahal demi keuntungan?” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku masyarakat sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan jika harga gas sedikit naik, selama barangnya masih tersedia di pasaran.
“Kalau memang gas itu dijual untuk mendapatkan keuntungan dan harganya naik, tidak apa-apa. Kami masyarakat berapapun harganya tetap membutuhkan,” katanya.
Namun ia berharap tidak ada praktik penimbunan yang justru membuat masyarakat kecil semakin kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.
“Kalau memang disembunyikan, berarti hanya pihak tertentu yang mencari keuntungan. Yang susah tetap masyarakat kecil,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres Pacitan Ayub Diponegoro Azhar memastikan bahwa secara umum stok gas elpiji 3 kilogram di tingkat agen maupun pangkalan di Kabupaten Pacitan masih dalam kondisi aman.
Menurutnya, berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan jajaran kepolisian bersama instansi terkait, hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya praktik penimbunan gas elpiji oleh oknum masyarakat.
“Berkaitan dengan isu LPG langka, sementara ini stok masih aman. Kendala yang terjadi saat ini lebih karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir banyak masyarakat yang biasanya membeli satu tabung kini membeli dua hingga tiga tabung sekaligus untuk disimpan sebagai cadangan selama hari raya.
“Yang biasanya hanya pesan satu tabung, sekarang ada yang dua bahkan tiga tabung dengan alasan untuk menyetok karena menjelang Lebaran toko atau agen tutup,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mencatat bahwa sebagian masyarakat yang sebenarnya mampu masih menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram, padahal seharusnya menggunakan tabung ukuran lebih besar.
“Kesadaran masyarakat juga masih kurang. Masyarakat yang mampu seharusnya menggunakan tabung 12 kilogram, tapi masih banyak yang membeli yang 3 kilogram,” tambahnya.
Kapolres menjelaskan bahwa distribusi gas elpiji ke pangkalan di Pacitan umumnya dilakukan setiap hari Rabu. Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga telah menambah kuota guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran.
“Penambahan kuota sudah dilakukan. Saat ini yang menjadi kendala lebih pada proses pendistribusian,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa kekosongan stok lebih banyak terjadi di tingkat pengecer atau warung kecil, sementara di pangkalan resmi dan agen gas masih tersedia.
“Kalau di pangkalan aman, agen juga masih aman. Yang sering kosong justru di pengecer karena kemungkinan ada masyarakat yang membeli untuk stok,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi keluhan masyarakat, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah serta dinas terkait untuk segera menambah distribusi gas ke wilayah yang mengalami kekurangan.
Bahkan, tambahan kuota fakultatif telah disiapkan dengan total dua Loading Order (LO) atau sekitar 1.120 tabung yang didistribusikan kepada dua agen di Pacitan.
“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Ayub.
Ia juga meminta rekan-rekan media agar tetap menyajikan informasi yang sesuai dengan fakta di lapangan agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kalau narasi diangkat berlebihan bisa membuat warga panik. Yang kaya mungkin aman, tapi masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru bisa terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, dikesempatan yang berbeda wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Pacitan, Acep Suherman, terkait kondisi distribusi gas elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut.
Pihak dinas terkait memberikan tanggapan bahwa mengenai keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas elpiji di sejumlah warung pengecer, pihaknya sudah terjun ke lapangan. Untuk pasokan distribusi elpiji 3 kilogram, stok di agen dan pangkalan masih dalam kondisi normal, sedangkan yang bermasalah berada di tingkat pengecer atau warung.
“Kita sudah terjun ke lapangan. Untuk pasokan distribusi LPG 3 kg, stok di agen dan pangkalan masih normal. Yang bermasalah di pengecer (warung-warung). Untuk stok LPG 5 kg dan LPG 12 kg juga masih sangat banyak di agen dan pangkalan. Kami juga akan membuat surat edaran kembali terkait larangan pegawai menggunakan LPG 3 kg,” ujar Acep Suherman saat dikonfirmasi wartawan.
Ia juga menambahkan bahwa pihak dinas terkait telah berkoordinasi dengan Pertamina dan kemungkinan akan ada tambahan distribusi LPG 3 kilogram ke sejumlah wilayah.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Kemungkinan hari ini akan di droping tambahan LPG 3 kg untuk Kecamatan Pacitan dan beberapa kecamatan lainnya,” imbuhnya.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dijadwalkan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pangkalan gas untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Lebaran.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno











