Faktanews24.com – Pacitan, Keluhan pengguna jalan terkait debu proyek urugan lahan di depan Makam Kucur, wilayah Sidoharjo, Pacitan mendapat tanggapan dari pihak pelaksana pekerjaan. Pelaksana proyek, Sugiharto, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus memastikan bahwa upaya pengendalian debu sebenarnya telah dilakukan secara rutin.
Sebelumnya, sejumlah pengguna jalan mengeluhkan debu yang beterbangan dari aktivitas pengurukan lahan yang berada di tepi jalan tersebut. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan bahkan berpotensi mengganggu konsentrasi pengendara yang melintas di lokasi proyek.
Menanggapi hal tersebut, Sugiharto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyiraman jalan menggunakan mobil tangki air setiap kali pekerjaan pengurukan selesai dilakukan.

“Terkait keluhan warga dan pengguna jalan mengenai debu di sekitar lokasi proyek serta sisa urugan tanah di jalan, kami sebenarnya setiap selesai pekerjaan selalu melakukan penyiraman menggunakan tangki air untuk membersihkan sisa-sisa tanah yang ada di jalan,” ujar Sugiharto kepada wartawan pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih ditemukan sisa debu yang terbawa ke badan jalan saat aktivitas proyek berlangsung.
“Kami mohon maaf apabila masih ada debu dari tanah yang terbawa ke jalan. Kami berterima kasih atas masukan dari warga dan pengguna jalan yang telah mengingatkan,” lanjutnya.

Menurutnya, pihak pelaksana proyek berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan di lapangan agar aktivitas pengurukan tidak mengganggu masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang melintas.
“Kami sendiri selalu menyirami secara rutin setelah selesai pekerjaan pengurugan di proyek tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memperhatikan kembali proses pekerjaan di lapangan agar sisa material tanah tidak terlalu banyak terbawa kendaraan proyek hingga ke badan jalan.
Penyiraman berkala menggunakan tangki air dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi debu, terutama saat cuaca panas dan aktivitas kendaraan cukup padat.
Dengan adanya tanggapan dari pihak pelaksana proyek, diharapkan aktivitas pembangunan dapat tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan kenyamanan pengguna jalan serta lingkungan sekitar.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












