FaktaNews24.com, Banda Aceh – Cuaca ekstrem untuk sebagian daerah di Provinsi Aceh diprediksi masih terjadi hingga beberapa hari kedepan. Hal ini disebabkan adanya bibit siklon tropis 95B yang terbentuk mulai 21 November 2025 pukul 01:00 WIB.
Sebagaimana hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, bibit Siklon Tropis 95B tersebut berada di wilayah perairan Aceh, tepatnya di Selat Malaka sebelah timur Aceh.
Kepala BMKG Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasrol Adil, pada Sabtu (24/11/2025), menerangkan, berdasarkan hasil analisis tanggal 22 November 2025 pukul 00.00 UTC (07.00 WIB), pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 95B terdeteksi di sekitar 5.8°LU 97.2°BT masih di sekitar wilayah Selat Malaka, sebelah timur Aceh, dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem 15 knot (28 km/jam) dan tekanan minimum sekitar 1009 hPa.
“Berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir, terpantau adanya peningkatan aktivitas konvektif namun area deep convective masih menunjukkan pertumbuhan fluktuatif,” demikian Nasrol Adil dalam keterangannya yang diterima. Senin (24/11/2025) pagi.
Tak hanya itu, berdasarkan observasi angin di atas permukaan laut dari ASCAT, kecepatan angin maksimum juga mencapai 20 knot terpantau di kuadran utara hingga timur laut pusat sirkulasi.
Aktifnya gelombang Low Frequency dan Equatorial Rossby, keadaan suhu muka laut yang cukup hangat dengan kelembapan udara yang cukup basah di semua lapisan mendukung pertumbuhannya. Sistem ini juga didukung oleh vortisitas, konvergensi angin permukaan, dan divergensi lapisan atas yang kuat.
Namun, vertical wind shear di sekitar pusat sistem berada dalam kategori sedang-tinggi menjadi faktor yang menghambat penguatan sistem ini berkembang lebih lanjut.
Mengingat cuaca yang bersifat dinamis, Nasrol Adil berharap masyarakat untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG. Kepada kepala otoritas daerah juga dihimbau untuk dapat berkoordinasi dengan BPBD/TNI/POLRI setempat untuk mengikuti informasi yang disampaikan oleh BMKG SIM Banda Aceh.
Adapun beberapa Kabupaten/Kota di Aceh yang berpotensi cuaca ekstrem atau hujan sedang dan lebat disertai angin kencang hingga beberapa kedepan, _meliputi_ Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Sabang, Simeulue, Subulussalam, Bener Meriah, Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya.
Pada 23 November 2025 terdapat 14 wilayah berpotensi cuaca ekstrem, terutama di kawasan tengah dan timur Aceh yaitu, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Lhokseumawe, dan Pidie Jaya.
Kemudian, 24 November 2025, jumlah wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat meningkat menjadi 18 wilayah, yakni Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Sabang, dan Subulussalam.
Pada 25 November 2025, potensi hujan menurun namun masih mencakup 9 wilayah, yaitu Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Bener Meriah, Simeulue, dan Subulussalam.
Sementara pada 26 November 2025, terdapat 10 wilayah yang masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat, yakni Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Singkil, Sabang, dan Subulussalam.
“Masyarakat di wilayah pesisir, nelayan, dan operator kapal diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan perubahan cuaca yang terjadi secara cepat,” pungkasnya. (Indra)













