Info Purwakarta

Pembelajaran Ramadhan di SDN 2 Bunder Purwakarta Menggabungkan Ilmu, Akak dan Cinta LingkunganPembelajaran Ramadhan di SDN 2 Bunder Purwakarta: Menggabungkan Ilmu, Akhlak, dan Cinta Lingkungan PURWAKARTA, Fakta News 24, 23 FEBRUARI 2026 – SDN 2 Bunder yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, resmi memulai rangkaian pembelajaran khusus dalam bulan suci Ramadhan pada hari Senin kemarin. Program ini dirancang secara komprehensif untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga menguatkan berbagai aspek pendidikan karakter seperti ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak yang baik, jiwa kepemimpinan, serta kesadaran akan pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar yang nyaman dan produktif bagi peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kepala Sekolah Hj. Eli Herlina, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa bulan Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk membentuk pribadi siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang luhur. “Kami mengemas pembelajaran dengan tema Ramadhan yang mengkombinasikan ajaran agama, pembentukan karakter, dan pemahaman tentang pentingnya menjaga alam. Tujuan kami adalah menghasilkan generasi yang kuat dalam iman, memiliki akhlak yang mulia, mampu memimpin, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar,” ungkapnya. Sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, jam belajar di sekolah telah disesuaikan. Sebelumnya, kelas rendah belajar selama 5 jam dan kelas tinggi 7 jam, namun kini seluruh jenjang belajar hanya selama 4 jam dengan jadwal pulang lebih awal. Materi pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, dengan penambahan konten keagamaan pada setiap awal kegiatan belajar. Selain kegiatan belajar reguler, sekolah akan menggelar program khusus “Masantren di Sekolah” mulai tanggal 13 hingga 27 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam, melainkan melibatkan seluruh tenaga pendidik untuk memberikan pembelajaran tentang akidah, akhlak, Al-Quran Hadis, Sejarah Islam, serta keterampilan baca tulis Al-Quran. Selain itu, akan diterapkan konsep “pesantren ekologi” melalui Program Tatanén di Balé Atikan (TDBA), yang merupakan kegiatan bercocok tanam berbasis lingkungan untuk menanamkan kesadaran ekologis pada siswa. Program ini selaras dengan penghargaan yang telah diraih sekolah sebagai lembaga “bersih dan hijau” yang telah mendapatkan verval dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. “Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan akhlak mulia. Melalui aktivitas seperti menjaga kebersihan kelas, menghemat penggunaan air, merawat tanaman di sekolah, serta memahami hubungan antara ibadah dengan pelestarian alam, kami ingin siswa menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Hj. Eli Herlina. Untuk memotivasi siswa, sekolah juga mengangkat prestasi yang pernah diraih oleh beberapa siswanya. Menurut Wawan Taupik Ridwan, S.Pd.I, Guru PAI, antara lain Muhammad Syahrul yang meraih juara lomba Hibdil Quran tingkat kecamatan tahun lalu, Muhammad Gilang kelas 5 yang berhasil meraih juara satu Taekwondo tingkat Jawa Barat dan berbagai prestasi dalam cabang olahraga renang. Selain itu, Keisha Diza Anabel pernah meraih juara satu nasional karate tahun 2022 dan juara tiga tahun 2023, serta aktif menjadi perwakilan sekolah dalam pertunjukan tari Jaipong. Meskipun telah menunjukkan prestasi yang membanggakan, sekolah menghadapi tantangan terkait keterbatasan jumlah guru dan ruang belajar. Kondisi geografis sekolah yang berada di daerah padat dengan banyak penduduk baru membuat sekolah harus menerima semua anak yang memasuki usia wajib sekolah. Akibatnya, beberapa ruangan belum dapat digunakan karena pertimbangan keamanan, sehingga pembelajaran dilakukan secara bergantian pada sesi pagi dan siang hari. “Kendala terkait guru dan ruang belajar memang menjadi tantangan bagi kami, namun kami tidak akan menyerah untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan layak bagi setiap anak. Kami berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar masalah ini dapat segera teratasi,” pungkas Hj. Eli Herlina. Alex skj

38
×

Pembelajaran Ramadhan di SDN 2 Bunder Purwakarta Menggabungkan Ilmu, Akak dan Cinta LingkunganPembelajaran Ramadhan di SDN 2 Bunder Purwakarta: Menggabungkan Ilmu, Akhlak, dan Cinta Lingkungan PURWAKARTA, Fakta News 24, 23 FEBRUARI 2026 – SDN 2 Bunder yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, resmi memulai rangkaian pembelajaran khusus dalam bulan suci Ramadhan pada hari Senin kemarin. Program ini dirancang secara komprehensif untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga menguatkan berbagai aspek pendidikan karakter seperti ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak yang baik, jiwa kepemimpinan, serta kesadaran akan pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar yang nyaman dan produktif bagi peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kepala Sekolah Hj. Eli Herlina, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa bulan Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk membentuk pribadi siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang luhur. “Kami mengemas pembelajaran dengan tema Ramadhan yang mengkombinasikan ajaran agama, pembentukan karakter, dan pemahaman tentang pentingnya menjaga alam. Tujuan kami adalah menghasilkan generasi yang kuat dalam iman, memiliki akhlak yang mulia, mampu memimpin, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar,” ungkapnya. Sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, jam belajar di sekolah telah disesuaikan. Sebelumnya, kelas rendah belajar selama 5 jam dan kelas tinggi 7 jam, namun kini seluruh jenjang belajar hanya selama 4 jam dengan jadwal pulang lebih awal. Materi pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, dengan penambahan konten keagamaan pada setiap awal kegiatan belajar. Selain kegiatan belajar reguler, sekolah akan menggelar program khusus “Masantren di Sekolah” mulai tanggal 13 hingga 27 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam, melainkan melibatkan seluruh tenaga pendidik untuk memberikan pembelajaran tentang akidah, akhlak, Al-Quran Hadis, Sejarah Islam, serta keterampilan baca tulis Al-Quran. Selain itu, akan diterapkan konsep “pesantren ekologi” melalui Program Tatanén di Balé Atikan (TDBA), yang merupakan kegiatan bercocok tanam berbasis lingkungan untuk menanamkan kesadaran ekologis pada siswa. Program ini selaras dengan penghargaan yang telah diraih sekolah sebagai lembaga “bersih dan hijau” yang telah mendapatkan verval dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. “Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan akhlak mulia. Melalui aktivitas seperti menjaga kebersihan kelas, menghemat penggunaan air, merawat tanaman di sekolah, serta memahami hubungan antara ibadah dengan pelestarian alam, kami ingin siswa menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Hj. Eli Herlina. Untuk memotivasi siswa, sekolah juga mengangkat prestasi yang pernah diraih oleh beberapa siswanya. Menurut Wawan Taupik Ridwan, S.Pd.I, Guru PAI, antara lain Muhammad Syahrul yang meraih juara lomba Hibdil Quran tingkat kecamatan tahun lalu, Muhammad Gilang kelas 5 yang berhasil meraih juara satu Taekwondo tingkat Jawa Barat dan berbagai prestasi dalam cabang olahraga renang. Selain itu, Keisha Diza Anabel pernah meraih juara satu nasional karate tahun 2022 dan juara tiga tahun 2023, serta aktif menjadi perwakilan sekolah dalam pertunjukan tari Jaipong. Meskipun telah menunjukkan prestasi yang membanggakan, sekolah menghadapi tantangan terkait keterbatasan jumlah guru dan ruang belajar. Kondisi geografis sekolah yang berada di daerah padat dengan banyak penduduk baru membuat sekolah harus menerima semua anak yang memasuki usia wajib sekolah. Akibatnya, beberapa ruangan belum dapat digunakan karena pertimbangan keamanan, sehingga pembelajaran dilakukan secara bergantian pada sesi pagi dan siang hari. “Kendala terkait guru dan ruang belajar memang menjadi tantangan bagi kami, namun kami tidak akan menyerah untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan layak bagi setiap anak. Kami berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar masalah ini dapat segera teratasi,” pungkas Hj. Eli Herlina. Alex skj

Sebarkan artikel ini
IMG 20260223 104821 scaled

 

PURWAKARTA, Fakta News 24,

23 FEBRUARI 2026 – SDN 2 Bunder yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, resmi memulai rangkaian pembelajaran khusus dalam bulan suci Ramadhan pada hari Senin kemarin. Program ini dirancang secara komprehensif untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga menguatkan berbagai aspek pendidikan karakter seperti ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak yang baik, jiwa kepemimpinan, serta kesadaran akan pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar yang nyaman dan produktif bagi peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Sekolah Hj. Eli Herlina, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa bulan Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk membentuk pribadi siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang luhur. “Kami mengemas pembelajaran dengan tema Ramadhan yang mengkombinasikan ajaran agama, pembentukan karakter, dan pemahaman tentang pentingnya menjaga alam. Tujuan kami adalah menghasilkan generasi yang kuat dalam iman, memiliki akhlak yang mulia, mampu memimpin, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, jam belajar di sekolah telah disesuaikan. Sebelumnya, kelas rendah belajar selama 5 jam dan kelas tinggi 7 jam, namun kini seluruh jenjang belajar hanya selama 4 jam dengan jadwal pulang lebih awal. Materi pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, dengan penambahan konten keagamaan pada setiap awal kegiatan belajar.

Selain kegiatan belajar reguler, sekolah akan menggelar program khusus “Masantren di Sekolah” mulai tanggal 13 hingga 27 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam, melainkan melibatkan seluruh tenaga pendidik untuk memberikan pembelajaran tentang akidah, akhlak, Al-Quran Hadis, Sejarah Islam, serta keterampilan baca tulis Al-Quran. Selain itu, akan diterapkan konsep “pesantren ekologi” melalui Program Tatanén di Balé Atikan (TDBA), yang merupakan kegiatan bercocok tanam berbasis lingkungan untuk menanamkan kesadaran ekologis pada siswa. Program ini selaras dengan penghargaan yang telah diraih sekolah sebagai lembaga “bersih dan hijau” yang telah mendapatkan verval dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan akhlak mulia. Melalui aktivitas seperti menjaga kebersihan kelas, menghemat penggunaan air, merawat tanaman di sekolah, serta memahami hubungan antara ibadah dengan pelestarian alam, kami ingin siswa menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Hj. Eli Herlina.l

Untuk memotivasi siswa, sekolah juga mengangkat prestasi yang pernah diraih oleh beberapa siswanya. Menurut Wawan Taupik Ridwan, S.Pd.I, Guru PAI, antara lain Muhammad Syahrul yang meraih juara lomba Hibdil Quran tingkat kecamatan tahun lalu, Muhammad Gilang kelas 5 yang berhasil meraih juara satu Taekwondo tingkat Jawa Barat dan berbagai prestasi dalam cabang olahraga renang. Selain itu, Keisha Diza Anabel pernah meraih juara satu nasional karate tahun 2022 dan juara tiga tahun 2023, serta aktif menjadi perwakilan sekolah dalam pertunjukan tari Jaipong.

Meskipun telah menunjukkan prestasi yang membanggakan, sekolah menghadapi tantangan terkait keterbatasan jumlah guru dan ruang belajar. Kondisi geografis sekolah yang berada di daerah padat dengan banyak penduduk baru membuat sekolah harus menerima semua anak yang memasuki usia wajib sekolah. Akibatnya, beberapa ruangan belum dapat digunakan karena pertimbangan keamanan, sehingga pembelajaran dilakukan secara bergantian pada sesi pagi dan siang hari.

“Kendala terkait guru dan ruang belajar memang menjadi tantangan bagi kami, namun kami tidak akan menyerah untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan layak bagi setiap anak. Kami berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar masalah ini dapat segera teratasi,” pungkas Hj. Eli Herlina.

 

 

Biro Purwakarta
Author: Biro Purwakarta

SDN 2 Bunder Purwakarta Menggabungkan ilmu akak dan cinta Lingkungan
Alex skj
IMG 20260204 WA0078zyaDKpC
Bupati Purwakarta Om Zein Resmikan Jalan Alternatif Rancadarah – Gurudug dan Diberi Nama Jalan KDM Purwakarta – Ada kabar gembira bagi warga Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, saat ini jalan alternatif penghubung Rancadarah-Gurudug yang melintasi Desa Salammulya dan Desa Gurudug, Kecamatan Pondoksalam, telah selesai dibangun oleh Pemkab Purwakarta. Rabu, 4 Februari 2026, Bupati Purwakarta Om Zein memimpin aksi ngosrek sekaligus tanam pohon di ruas jalan baru tersebut. Jalan yang kini mulus itu, panjangnya mencapai 5 kilometer. “Alhamdulillah, warga bisa melintasi jalan alternatif penghubung Rancadarah dan Gurudug ini,” ujar Om Zein, melalui unggahan media sosial resminya. Dalam kesempatan ini, Om Zein menyebutkan jalan baru itu ditanami pohon berbuah di kanan dan kirinya. Tak tanggung-tanggung, pohon yang ditanamnya sebanyak 1.000 batang. Tak hanya itu, Om Zein meresmikan jalan tersebut dan diberi nama menjadi jalan KDM atau Kang Dedi Mulyadi. Pasalnya, ide dan gagasan pembangunan jalan ini muncul saat KDM menjadi Bupati Purwakarta. Namun, pembangunannya baru bisa direalisasikan di era kepemimpinan Om Zein. Karenanya, jalan tersebut diberi nama Jalan KDM. Saat ini, jalan yang pemandangannya sangat indah dan udaranya sejuk tersebut, sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti untuk jogging, jalan santai, fun run. “Bahkan, jika ada event fun run 5k bisa dilakukan di jalan ini. Karena, fasilitasnya mendukung,” ujar Om Zein. Dengan adanya jalan alternatif ini, diharapkan bisa mempermudah mobilitas warga. Terutama, yang dari Wanayasa ingin ke arah kota Purwakarta. (Abdullah)
Info Purwakarta

  Purwakarta  Fakta News 24,  Ada kabar gembira…