Berita Nasional

Sadis! Pria di Pacitan Bacok Satu Keluarga Mantan Istri, 1 Tewas di Tempat, 4 Luka Parah

×

Sadis! Pria di Pacitan Bacok Satu Keluarga Mantan Istri, 1 Tewas di Tempat, 4 Luka Parah

Sebarkan artikel ini

Faktanews24.com – Pacitan, Malam kelabu menyelimuti Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan pada Sabtu, 20 September 2025. Seorang pria bernama Wawan (45), warga Dusun Krajan, Desa Kayen, Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan tega mengamuk dan membantai keluarga mantan istrinya dengan sabit.

Akibat aksi brutal itu, satu orang tewas di lokasi kejadian dan empat lainnya luka berat hingga dilarikan ke IGD RSUD dr. Darsono Pacitan.

Korban tewas diketahui bernama Timi (50-an), mertua pelaku. Ia meregang nyawa di tempat akibat luka bacok di bagian vital tubuhnya.

Sementara empat korban luka berat yakni:

• Miskun (60), mengalami luka bacok di kepala belakang dan punggung.
• Miswati (40), mantan istri pelaku, menderita luka parah di pergelangan tangan kiri.
• Eki (27), mengalami luka serius.
• Arga (10), bocah malang, mengalami luka bacok di kepala.

“Semua korban luka sudah dievakuasi menuju IGD RSUD dr. Darsono Pacitan untuk mendapatkan perawatan intensif,” terang Kapolsek Arjosari Ipda Ferry Ardyanto, mewakili Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, saat dikonfirmasi awak media.

Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku yang berprofesi sebagai penjaga sekolah itu nekat mengamuk karena sakit hati. Pasalnya, ia tak terima mengetahui mantan istrinya, Miswati, berencana menikah lagi dengan pria lain.

“Pelaku yang juga mantan suami korban, diduga tidak terima karena mantan istrinya hendak menikah lagi. Ia kemudian mendatangi rumah korban dan melakukan pembacokan menggunakan sabit,” jelas Ipda Ferry.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung kabur sambil membawa anak kandungnya bernama Bima (17). Hingga Minggu, 21 September 2025, keberadaan keduanya masih misterius.

“Personel gabungan dari Polsek Arjosari dan Polres Pacitan dibantu warga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan anaknya,” tambahnya.

Peristiwa keji itu membuat warga Desa Temon histeris. Malam itu ratusan warga berkerumun di sekitar lokasi menyaksikan polisi memasang garis polisi.

Kepala Desa Temon, Jamiatin, membenarkan kejadian berdarah tersebut. “Empat korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pacitan. Kami berharap aparat segera menangkap pelaku agar warga kembali merasa aman,” ucapnya.

Saat ini polisi masih mendalami motif, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk keluarga dan tetangga korban. TKP pun telah ditutup rapat dengan police line.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno