Faktanews24.com
Kota Cirebon – Warga RW 11 Lebak Ngok, Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, mendesak Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi segera turun tangan menangani longsornya tanggul dan ambrolnya Jembatan Lebak Ngok akibat terjangan banjir Kali Benda, Sabtu (21/2/2026).

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan debit air sungai meningkat tajam. Arus yang kuat menggerus tanggul penahan tanah di sekitar jembatan hingga sebagian badan jembatan ambrol.
Kondisi itu kini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah dan pengguna jalan yang setiap hari melintas.

Warga mengaku hingga kini belum melihat penanganan darurat yang signifikan di lokasi kejadian, meski kerusakan dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan korban.
“Kami memohon Bapak Gubernur segera turun langsung melihat kondisi ini. Jangan sampai menunggu korban baru ada tindakan,” ujar perwakilan warga RW 11 Lebak Ngok.
Masyarakat berharap pemerintah provinsi segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Cirebon untuk melakukan langkah cepat, seperti pemasangan bronjong, penguatan tanggul sementara, serta pemasangan pembatas pengaman di area jembatan yang ambrol.

Warga juga menegaskan wilayah Lebak Ngok kerap terdampak luapan Kali Benda saat musim hujan. Tanpa penanganan serius, potensi longsor susulan dan kerusakan lebih parah dinilai sangat mungkin terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respons konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Jono












