Mojokerto.Faktanews24- Biasa di panggil Bang Aris ketua Walantara Wahana lingkungan alam nusantara Mojokerto dkk kecam keras tindakan represif aparat hingga menjadikan tewas (wafat) Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang meregang nyawa setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025.
Bang aris mengatakan ke wartawan faktanews24.com tragedi yang terjadi, terutama insiden memilukan yang dialami oleh saudara Affan Kurniawan yang terbunuh, yang kehilangan nyawa saat demonstrasi berlangsung, bukanlah sekadar duka bagi keluarga Affan, akan tetapi juga menjadi pukulan keras terhadap fondasi demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) di negeri ini. Tindakan represif oleh aparat kepolisian terhadap masa aksi yang menyuarakan aspirasi rakyat merupakan sebuah pelanggaran konstitusi.
“Kami kecam keras tindakan represif oleh aparat kepolisian terhadap massa yang melakukan aksi, hingga tewasnya, hingga wafatnya, hingga terbunuhnya saudara Affan Kurniawan seorang pengemudi ojek online. Hal ini merupakan pelanggaran konstitusi yang harus diusut tuntas,” ungkapnya.
Tak lupa, Bang aris selaku Ketua Walantara Kota Mojokerto bersama dkk turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas terbunuhnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan, yang wafat dalam aksi demonstrasi tanggal 28 Agustus 2025. “Tanggal 28 Agustus bisa menjadi hari penting untuk ke depan untuk diperingati rekan-rekan pengemudi ojek online dan kawan-kawan, sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap pengorbanan Affan Kurniawan,” ujarnya.