Info Polisi

Polantas Menyapa dan Melayani, Cara Korlantas Polri Membangun Kepercayaan Lewat Sapaan

33
×

Polantas Menyapa dan Melayani, Cara Korlantas Polri Membangun Kepercayaan Lewat Sapaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260219 WA0184

Faktanews24.com
‎Jakarta – Korlantas Polri menegaskan arah kebijakan baru yang tidak lagi bertumpu pada program jangka pendek atau langkah insidental. Di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryo nugroho S.H., M.Hum., institusi ini kini mengerahkan seluruh upaya untuk membangun sistem keselamatan lalu lintas yang berkesinambungan.

IMG 20260219 WA0183

‎Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo nugroho menekankan bahwa membangun keselamatan jalan raya membutuhkan konsistensi, tujuan terarah, serta hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat. Baginya, keselamatan harus menjadi nilai yang hidup dalam keseharian pengguna jalan, bukan sekadar target operasional kepolisian.

‎”Keselamatan harus dipahami sebagai cara pandang bersama. Proses ini memerlukan investasi jangka panjang, di mana sapaan, dialog, dan pelayanan menjadi instrumen utama untuk membentuk perilaku berlalu lintas yang lebih baik,” ujar Irjen Pol. Agus Suryo nugroho pada Rabu (18/2/2026).

‎Salah satu langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut adalah melalui program unggulan ‘Polantas Menyapa dan Melayani’. Program ini bukan sekadar pendekatan komunikasi biasa, melainkan bagian dari transformasi nilai dalam pelayanan publik. 

‎Jika sebelumnya keberhasilan kerap diukur hanya dari kelancaran arus lalu lintas sesaat, kini parameter tersebut diperluas dengan menitikberatkan pada perubahan perilaku kolektif masyarakat. Melalui pendekatan humanis, petugas di lapangan diharapkan mampu menghadirkan pengalaman positif yang memperkuat kepercayaan (public trust).

‎”Ketika petugas hadir dengan sikap profesional dan menghargai melalui program Polantas Menyapa dan Melayani, masyarakat memperoleh pengalaman yang memperkuat trust. Pengalaman harian itulah yang menjadi fondasi budaya keselamatan yang kuat dan alami,” jelasnya.

‎Kepercayaan Publik Jadi Kunci Inovasi Teknologi

‎Kakorlantas Polri turut menekankan hubungan antara aspek sosial dan penerapan teknologi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti sistem ETLE tidak akan optimal tanpa kesiapan sosial serta dukungan masyarakat.

‎Masyarakat yang memiliki kepercayaan terhadap institusi dinilai lebih mudah menerima pembaruan maupun kebijakan baru. Karena itu, pendekatan humanis yang diterapkan saat ini dianggap sebagai investasi jangka panjang dalam transformasi berbasis teknologi.

‎”Teknologi dan kebijakan tidak akan efektif tanpa dukungan publik. Interaksi yang kita bangun hari ini melalui pelayanan yang manusiawi adalah investasi agar setiap kebijakan baru di masa depan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” tambah Irjen Pol. Agus Suryo nugroho.

‎Selain pembenahan di sisi eksternal, Korlantas Polri juga melakukan penguatan internal. Pembinaan personel diarahkan pada peningkatan etika pelayanan, kemampuan komunikasi, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan di lapangan.

‎Selain pembenahan di sisi eksternal, Korlantas Polri juga melakukan penguatan internal. Pembinaan personel diarahkan pada peningkatan etika pelayanan, kemampuan komunikasi, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan di lapangan.

‎Irjen Pol. Agus Suryo nugroho berharap capaian Korlantas tidak hanya diukur melalui statistik penurunan angka kecelakaan, tetapi juga melalui nilai dan warisan pelayanan yang ditinggalkan. Pelayanan yang konsisten, tegas, dan humanis diharapkan mampu bertahan melampaui masa kepemimpinan tertentu.

‎”Kinerja tidak hanya diukur dari capaian saat ini, tetapi dari nilai yang kita tanamkan. Kami ingin memastikan bahwa upaya menjaga perjalanan hari ini adalah bagian dari menata masa depan keselamatan nasional yang lebih cerah,” pungkasnya.

‎Jono