Faktanews24.com – Pacitan, Keberhasilan gula aren organik asal Temon, Kabupaten Pacitan, menembus pasar ekspor Eropa hingga Australia mendapat apresiasi dan perhatian serius dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, Sugeng Santoso, menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian lainnya.
Menurut Sugeng, pelepasan ekspor gula aren Temon bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik tolak peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi komoditas pertanian di Pacitan.
“Harapan kami dengan pelepasan ekspor gula aren Temon Pacitan ini bisa memotivasi pelaku-pelaku usaha di sektor pertanian yang lain untuk terus berusaha meningkatkan kualitas, kuantitas, serta memastikan kontinuitas hasil produksi mereka. Sehingga ketika ada permintaan dari pasar, bisa dipastikan ketiga unsur tersebut dapat terpenuhi,” ujar Sugeng saat diwawancarai wartawan pada Senin, 16 Februari 2026.
Ia menegaskan, pasar ekspor memiliki standar yang ketat, tidak hanya dari sisi mutu produk, tetapi juga konsistensi pasokan. Oleh karena itu, petani dan pelaku usaha harus mampu menjaga stabilitas produksi agar tidak hanya sukses di awal, namun juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sugeng juga menjelaskan bahwa tanaman aren memiliki peran strategis ganda. Selain sebagai tanaman konservasi yang mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah erosi di wilayah perbukitan Pacitan, aren juga memiliki nilai ekonomi tinggi melalui hasil niranya.
“Tanaman aren selain berfungsi sebagai tanaman konservasi, di sisi lain tanaman ini dapat menghasilkan nira yang diolah menjadi gula aren yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” jelasnya.

Dengan karakter geografis Pacitan yang didominasi perbukitan dan lahan marginal, tanaman aren dinilai sangat cocok dikembangkan karena adaptif terhadap kondisi lahan serta minim perawatan dibandingkan komoditas lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugeng juga berharap pengusaha gula aren Temon, yang dikenal sebagai Mbak Mega, dapat terus memperkuat pola kemitraan dengan petani dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap pengusaha gula aren ini bisa terus bermitra dan menggerakkan petani atau masyarakat di sekitarnya untuk bersama-sama mempertahankan usaha produksi gula aren ini. Dengan begitu, dapat meningkatkan perekonomian dan mewujudkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera di Kabupaten Pacitan,” tegasnya.
Kemitraan yang kuat antara pelaku usaha dan petani dinilai menjadi kunci utama keberhasilan ekspor. Model kolaborasi ini memungkinkan transfer pengetahuan, peningkatan standar produksi, serta kepastian pasar bagi petani.
Namun demikian, Sugeng mengingatkan bahwa keberhasilan ekspor harus diimbangi dengan strategi jangka panjang. Salah satunya adalah peremajaan tanaman aren serta penambahan populasi tanaman yang saat ini ada.
“Untuk menjaga keberlanjutan produksi gula aren ini, juga diperlukan peremajaan dan penambahan populasi tanaman aren yang ada saat ini,” tambahnya.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat sebagian tanaman aren yang ada saat ini sudah berusia tua dan produktivitasnya mulai menurun. Tanpa peremajaan, dikhawatirkan dalam beberapa tahun ke depan pasokan nira akan mengalami penurunan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan pun menyatakan siap mendorong program pengembangan aren melalui pendampingan teknis, penyuluhan, hingga fasilitasi bibit unggul agar produktivitas dapat terus meningkat.
Keberhasilan ekspor gula aren Temon kini menjadi simbol bahwa produk lokal Pacitan mampu bersaing di pasar internasional. Pemerintah berharap capaian ini tidak berhenti pada satu komoditas saja, melainkan menjadi pemicu lahirnya komoditas ekspor lainnya dari sektor pertanian.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani, sektor pertanian Pacitan diyakini mampu menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini bukan hanya tentang gula aren, tetapi tentang semangat bersama untuk membangun pertanian Pacitan yang maju, mandiri, dan berdaya saing global,” pungkas Sugeng.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno














