Ketua JWI Aceh Timur Minta Presiden dan BNPB Pusat Evaluasi dan Ganti Petugas BNPB Daerah yang tak becus kerja
Faktanews24.com-Aceh Timur — Ketua Jajajaran Wartawan Indonesia (JWI) Aceh Timur, Hendrika Saputra, A.Md, meminta Presiden Republik Indonesia, Gubernur Aceh, serta Kepala BNPB Pusat untuk segera mengevaluasi dan mengganti petugas BNPB di tingkat kabupaten/kota yang dinilai tidak mampu bekerja secara maksimal dalam penanganan bencana banjir hidrometeorologi di Aceh. Minggu 18/1/2026
Hendrika menegaskan, hingga hampir dua bulan pascakejadian banjir, penanganan di sejumlah kabupaten/kota di Aceh tidak menunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Kondisi ini sangat merugikan masyarakat terdampak.
“Kita melihat penanganan banjir sudah hampir dua bulan, tetapi pemulihan belum juga berjalan sebagaimana mestinya. Pendataan korban pun sangat lambat. Ada rumah warga yang baru didata setelah hampir dua bulan kejadian,” ujar Hendrika.
Ia juga menyoroti pedagang UMKM dan masyarakat terdampak secara ekonomi yang hingga kini belum terdata dengan baik, sehingga pemulihan ekonomi masyarakat korban banjir terabaikan.
“Banyak pelaku UMKM yang terdampak banjir tidak masuk dalam data. Ini fatal, karena pemulihan ekonomi masyarakat seharusnya menjadi prioritas setelah bencana,” tegasnya.
Selain itu, Hendrika turut menyinggung dugaan penimbunan bantuan korban banjir di Kabupaten Bireuen, yang menurutnya harus segera diusut secara transparan oleh pihak berwenang.
“Atas dasar itu, kami meminta Presiden RI, Gubernur Aceh, dan Kepala BNPB Pusat untuk segera turun tangan, menindaklanjuti persoalan ini, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BNPB di tiga provinsi terdampak, khususnya di Aceh pada tingkat kabupaten/kota,” tambahnya.
Hendrika menekankan, pergantian dan evaluasi petugas BNPB di daerah menjadi langkah penting agar proses penanganan dan pemulihan pascabanjir dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
“Sudah hampir dua bulan, tapi belum ada hasil nyata. Ini bukan sekadar soal administrasi, ini soal kemanusiaan dan kepercayaan rakyat,” pungkasnya.(M.Amin)












