Nasir Djamil Silaturahmi dengan Barnabas dan Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI

Faktanews24.com-Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Dr. H. M. Nasir Djamil M. Si saat menyampaikan materi 4 Pillar MPR RI di hadapan pengurus dan anggota Barsabnas.
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Dr. H. M Nasir Djamil M. Si, melakukan sosialisasi 4 Pillar MPR RI seraya bersilaturrahmi dengan para pengurus dan anggota Barisan Sahabat Nasir Djamil (Bassabnas) di halaman depan kediaman Ketua Ketua Barsabnas H. Hasan Basri SH, Gampong PB. Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, senin (16/2/2026) malam.
Giat tersebut dibuka dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan sambutan Ketua Barsabnas.
“Alhamdulillah, malam ini kita kedatangan Bapak Nasir Djamil yang menyempatkan diri bertemu dengan Barsabnas, selain mensosialisasikan 4 Pillar MPR RI, juga menjadi ajang silaturrahmi menjelang Ramadhan 1447 H,” Kata H. Hasan Basri dalam sambutannya.
Hasan juga mengucapkan terimakasih kasih kepada Bapak Nasir Djamil dan para tamu undangan dari Barsabnas yang telah menghadiri kegiatan ini.
Kesempatan itu, Nasir Djamil sebelum menyampaikan materi utama, ia membahas tentang Ramadhan yang akan dilaksanakan oleh umat islam.
“Kalau Muhamadiyah awal Ramadhan jatuh pada 18 pebruari 2026, sementara Pemerintah menetapkan awal Ramadhan pada 19 pebruari 2026,” ujarnya.
Kata Nasir, Muhamadiyah mengunakan metode hisab yaitu menghitung, sementara pemerintah metode rukyat yaitu dengan melihat bulan.
Selanjutnya, Nasir Djamil memaparkan 4 Pillar MPR RI, dimana kedaulatan negara ada ditangan rakyat. Namun kata dia, saat ini pemilihan langsung Kepala Daerah menjadi perdebatan di DPR RI.
“Ada undang – undang yang tengah di godok untuk mengembalikan pemilihan Kepala Daerah dilakukan oleh DPRD, terkait hal itu terjadi pro dan kontra,” bebernya.
“Bapak bapak apakah setuju kepala daerah dipilih DPRD lagi seperti dulu,” tanya Nasir seraya mengatakan kalau tidak setuju masyarakat harus berbuat sesuatu agar hal tersebut tidak terjadi.
Nasir juga menjelaskan tentang asal muasal berdirinya negara Republik Indonesia berdasarkan demokrasi.
“Dulu para pendiri bangsa ini memutuskan bahwa negara ini berdasarkan demokrasi yaitu kedaulatan di tangan rakyak,” ujarnya.
Setelah panjang lebar menjelaskan hal tersebut, Nasir Djamil mengakhiri papaprannya dengan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.
“Akhirnya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, saya beserta keluarga meminta maaf sebesar-besarnya kepada hadirin sekalian,” pungkasnya.
Selanjutnya, tanya jawab seputar materi yang disampaikan mewarnai kegiatan itu dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (M.Amin)














