Faktanews24.com | BEKASI – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, mulai ramai didatangi warga yang ingin melaksanakan tradisi ziarah kubur atau “nyekar”.
Pantauan di lokasi menunjukkan peningkatan volume pengunjung yang datang bersama keluarga untuk mendoakan sanak saudara yang telah berpulang.
Tradisi ini menjadi pemandangan rutin setiap tahun di berbagai pemakaman di Kota Bekasi. Warga tidak hanya datang untuk berdoa, tetapi juga membersihkan area makam dari rumput liar dan menaburkan bunga segar.
Salah seorang peziarah mengungkapkan bahwa ziarah menjelang puasa adalah momen penting untuk menyucikan hati sekaligus mengingat kembali jasa orang tua dan keluarga yang sudah tiada.
Menanggapi lonjakan peziarah, Kordinator TPU Jatisari, Ahmad Syarifudin (Achonk) memberikan himbauan khusus demi kenyamanan bersama. Beliau menekankan pentingnya disiplin bagi para pengunjung yang membawa kendaraan maupun yang datang bersama rombongan keluarga.
”Kami mengimbau kepada seluruh bapak, ibu, dan para peziarah agar selalu menjaga ketertiban. Mohon parkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan agar tidak memicu kemacetan di area akses masuk makam,” ujar Acong saat ditemui di area TPU.
Selain masalah parkir, Acong juga sangat menitikberatkan pada aspek kebersihan lingkungan makam. “Kami minta kerja samanya untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama plastik bekas bunga atau botol air mineral. Tolong buang sampah pada tempat yang telah ditentukan agar area pemakaman tetap asri dan bersih selama masa ziarah ini,” tambahnya.
Peningkatan jumlah peziarah ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada H-2 hingga H-1 sebelum penetapan awal Ramadan oleh pemerintah.
Kondisi ramai ini juga membawa berkah bagi para penjual bunga musiman dan penyedia jasa pembersih makam di sekitar area TPU Jatisari.
Para pedagang bunga mawar dan air mawar mengaku mengalami peningkatan omzet seiring bertambahnya peziarah yang datang dari berbagai wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Berdasarkan kalender Hijriah dan ketetapan beberapa organisasi, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun, masyarakat tetap menunggu hasil resmi Sidang Isbat yang dijadwalkan oleh Kementerian Agama pada Selasa, 17 Februari 2026. (hwn)














