Berita Nasional

Heboh! Pesanan Misterius Jasa Kurir Offline di Pacitan, Benarkah Hanya Prank Jahat?

7
×

Heboh! Pesanan Misterius Jasa Kurir Offline di Pacitan, Benarkah Hanya Prank Jahat?

Sebarkan artikel ini
Img 20250915 Wa0159

Faktanews24.com – Pacitan, Dunia maya kembali digegerkan dengan beredarnya tangkapan layar percakapan seseorang yang mengaku sebagai pelanggan jasa kurir offline. Dalam chat yang viral tersebut, pelanggan dengan mengaku bernama Ajeng meminta jasa kurir untuk membelikan sejumlah barang sensitif, mulai dari pil KB merek Diane, pelumas, hingga kondom rasa stroberi.

Lebih mengejutkan lagi, pesanan itu diminta untuk diantar langsung ke sebuah hotel di kawasan Pacitan dengan menyebut nama perempuan tersebut.

Awalnya, kurir menanggapi pertanyaan pelanggan terkait tarif layanan. Namun ketika daftar barang disebutkan, kurir langsung kaget dan menjawab: “Waduh, belum pernah beli begituan kak, maaf.”

Pelanggan misterius tersebut bahkan berulang kali menegaskan akan melakukan transfer (TF) usai barang dibelikan. Akan tetapi, kurir yang ditawari tetap merasa janggal, dan kurir tersebut apalagi ia pun mengaku tidak memiliki rekening dan lebih memilih ketemu langsung.

Namun pihak pelanggan misterius ini saat di telfon tidak ada suaranya bahkan, di suruh voice not sama kurir tersebut juga gak ditanggapi oleh pelanggan. Sementara itu pihak kurir semakin yakin bahwa ini tidakan modus yang ingin membuat malu kurir tersebut. Hingga di chat wa terus menerus tapi tidak ada respons dan berakhir centang satu. Dan ia meyakini nomornya diblokir pihak pelanggan tersebut.

Lebih lanjut, kurir tersebut meyakini bahwa ini tindakan yang tidak baik apalagi sampai ingin dibelikan barang yang bukan kebutuhan umum.

Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah benar pelanggan berniat membeli barang tersebut, atau justru hanya modus untuk menjebak kurir? Dalam banyak kasus, pelaku penipuan biasanya meminta kurir membeli barang mahal, lalu setelah diantar, pembayaran tak pernah dilakukan.

Img 20250915 Wa0090

Tidak sedikit warganet menilai hal ini juga bisa menjadi bentuk prank atau pelecehan terhadap pekerja kurir. Pasalnya, barang yang diminta bukanlah kebutuhan umum, melainkan produk dewasa yang bisa menimbulkan rasa malu bagi kurir saat membelinya di apotek atau minimarket.

Selain soal potensi penipuan, kasus ini juga menyentil moralitas publik. Menggunakan jasa kurir untuk kepentingan pribadi yang sensitif jelas menimbulkan kontroversi. Apalagi permintaan tersebut diarahkan ke hotel, yang kerap memunculkan stigma negatif di masyarakat.

“Kalau sampai benar terjadi, ini sangat memprihatinkan. Kurir hanya bekerja mencari nafkah, jangan sampai diperalat untuk hal-hal yang tidak pantas,” ujar salah satu tokoh masyarakat Pacitan saat dimintai komentar.

Fenomena ini membuka mata banyak pihak bahwa bisnis kurir offline yang semakin marak di daerah tanpa aplikasi digital memang masih rawan disalahgunakan. Belum ada aturan tegas mengenai batasan barang yang boleh dititipkan, sehingga kurir sering kali berada di posisi sulit.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno