AMURANG – faktanews24.com // Antrian galon bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu, menjadi polemik ditengah-tengah Masyarakat, terkait hal ini akhirnya pihak SPBU memberikan klarifikasi.
Dalam Medsos yang beredar luas nampak sejumlah galon berada di area SPBU sehingga memicu berbagai reaksi dan tanggapan dari masyarakat. Banyak netizen mempertanyakan legalitas serta peruntukan BBM yang diisikan ke dalam galon-galon tersebut.
Dalam tanggapan dari pihak SPBU lewat pengawasnya Cha, kepada awak media menjelaskan dimana keberadaan galon BBM tersebut bukanlah aktivitas Ilegal seperti yang dipublikasikan namun Ia menegaskan bahwa galon-galon tersebut telah dilengkapi dengan surat resmi dari dinas terkait.
“benar adanya dimana pada waktu itu ada galon di SPBU, namun galon tersebut memiliki surat resmi dan diperuntukkan bagi para petani,” tutur Cha.
Cha juga menjelaskan bahwa BBM jenis solar dan pertalite tersebut digunakan untuk membantu para petani yang berasal dari wilayah Minsela yakni dari Modoinding, Tompaso, dan Ranoyapo. dimana Daerah-daerah tersebut diketahui tidak memiliki SPBU, sehingga para petani sangatlah kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan operasional para pertani untuk pertanian mereka.
“Wilayah-wilayah tersebut memanglah tidak mempunyai SPBU, sehingga keberadaan galon BBM ini sangatlah membantu bagi para petani untuk menjalankan aktivitas pertanian mereka,” Jelasnya.
Perlu diketahui dalam salah satu postingan akun media sosial milik warga Minahasa Selatan, juga disampaikan harapan dan permintaan kepada Gubernur Sulawesi Utara agar ke depan dapat memperhatikan kondisi tersebut. Warga Masyarakat berharap pemerintah provinsi dapat segera membangun SPBU di wilayah mereka, guna membantu kebutuhan BBM masyarakat, khususnya para petani, agar tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan bakar untuk kebutuhan pengolahan lahan bagi para petani.
Kemudian Pihak SPBU Amurang pun berharap masyarakat dapat memahami konteks kejadian tersebut dan tidak langsung menarik kesimpulan negatif dalam hal tersebut, dan sebaiknya dapat memahami bahwa penyaluran BBM menggunakan galon ini adalah merupakan sebagai bentuk dukungan terhadap sektor Pertanian di daerah yang masih terbatas akses Energi Khususnya ketersediaan BBM.
Klarifikasi ini, diharapkan polemik yang terjadi dan sempat viral di media sosial dapat diluruskan dan tidak lagi menjadi kesalahpahaman yang timbul di tengah-tengah masyarakat.
#lifanjolie














