Faktanews24.com
CIREBON – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto,ST dari Fraksi PDI Perjuangan melaksanakan kegiatan langsung ke Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, dalam agenda pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026, pada Senin (13/4/2026). Dalam kegiatan ini yang dihadiri unsur pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat.

Dalam pernyataannya, Bambang menegaskan bahwa kekuasaan dalam sistem demokrasi berada di tangan rakyat, sementara pejabat publik adalah pelayan masyarakat.
“Semua dipilih rakyat, dari gubernur hingga anggota dewan. Mereka adalah pelayan rakyat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat daerah.
Bambang menegaskan akan bersikap kritis terhadap laporan dari pihak eksekutif. Sorotan utama tertuju pada kondisi ekonomi Jawa Barat.
Rasio ketimpangan pendapatan tercatat mencapai 0,397 poin, disertai tingginya angka pengangguran.
“Fenomena kaya makin kaya dan miskin makin miskin masih terjadi. Ini alarm serius bagi pemerintah,” ujar Bambang.

Selain itu, inflasi sebesar 2,63 persen, terutama pada harga bahan pokok seperti beras dan minyak goreng, turut menjadi perhatian.Harga beras yang terus naik juga disorot. Dari Rp8.000 per kilogram pada 2010, kini mencapai Rp15.000 di tahun 2026. Jika tren berlanjut, harga diperkirakan menembus Rp24.000 per kilogram pada 2042.

Bambang pun mengingatkan warga agar tidak mudah menjual lahan pertanian produktif.
”Jangan tergiur menjual sawah dengan harga tinggi.Jika lahan produktif terus beralih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan,maka resiko berpotensi memicu krisis pangan dan meningkatkan pengangguran,” pungkasnya.
Jono
![]()












