Serba-serbi

8 Tahun Pensiun Guru PNS Ismail Ely Jadi “Bancuran” Ketidakadilan

×

8 Tahun Pensiun Guru PNS Ismail Ely Jadi “Bancuran” Ketidakadilan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260411 113931

Leihitu, Faktanews24.com//Seorang guru PNS, Ismail Ely yang sudah mengabdi puluhan tahun, namun saat masuk masa purna bakti, sudah 8 tahun hak pensiunnya belum terealisasi juga. Sabtu,11/04/2026.

 

Apa gunanya mengabdi puluhan tahun, justru dimasa tuanya dikebiri haknya ? Itulah pernyataan-pernyataan pahit yang kini menyelimuti sanubari Ismail Ely seorang guru ASN asal Hila, kecamatan Leihitu. Sejak tahun 2018 hingga tahun 2026 ini, ia terpaksa menjadi saksi bisu atas sebuah “kejahatan administrasi” yang dilakukan oleh sistim yang seharusnya melindunginya.

 

Delapan tahun sudah, hampir satu dekade, hak pensiunnya Ismail Ely menguap entah dimana. Disaat pejabat duduk manis dibalik meja kayu jati, seorang Pahlawan tanpa tandabjasa di Kabupaten Maluku Tengah dibiarkan bertahan hidup tanpa kepastian dana pensiun yang merupakan hasil keringatnya selama puluhan tahun.

 

Birokrasi atau kuburan hak rakyat ? Kasus ini bukan lagi salah ketik atau kendala jaringan, melainjan indikasi kuat adanya “kelumpuhan moral” ditubuh instansi terkait di Kabupaten Maluku Tengah. Apakah BKPSDM Maluku Tengah sengaja membiarkan berkas ini membusuk di gudang ?

 

Mengapa Dinas Pendidikan seolah “tutup mata” terhadap nasib bawahannya yang sudah purna tugas ? Sangat tidak masuk akal jika di era digitalisasi saat ini, pengurusan hak pensiun membutuhkan waktu hingga 8 tahun. Ini bukan sekedar keterlambatan, ini adalah bentuk penindasan struktural terhadap lansia. Mm ada tua yang dirampok selana 8 tahun, Ismail Ely dipaksa menelan janji – janji palsu.

 

Uang yang seharusnya digunakan untuk biaya hidup semasa tua, pengobatan, atau kebutuhan dasar hidup lainnya, justru tertahan entah dilaci siapa. Ini adalah potret buram dimana negara “membuang” abdi dalemnya setelah tenaga dan pikirannya diperas habis.

“Guru, digugu dan ditiru”

Tapi di Maluku Tengah, nasib guru pensiun justru ditipu oleh birokrasi yang “lamban” celetuk seorang warga yang geram melihat ketidakadilan ini.

 

Tantangan untuk penguasa daerah, kami menantang penjabat Bupati Maluku Tengah dan jajaran inspektorat: Jangan hanya sibuk dengan serimoni ! Segera audit bagian kepegawaian, siapa yang bermain ? Siapa yang lalai ? Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap hilangnya hak hidup pensiun Ismail Ely selama 8 tahun ?

 

Jika keadilan tidak segera ditegakkan, mm aka jangan salahkan publik jika menyebut birokrasi Maluku Tengah sebagai sarang ketidakpedulian yang nyata. Cairkan hak Ismail Ely, atau akui bahwa sistim kalian telah gagal total. ( Anny Faktanews24 )

Loading

Anny Faktanews24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *