Info Demo dan Unjuk RasaInfo Ormas dan LSM

Bersihkan Profesi dari Suap! Ribuan Aktivis dan Wartawan Siap Geruduk Mapolda Sumsel 17 Maret

×

Bersihkan Profesi dari Suap! Ribuan Aktivis dan Wartawan Siap Geruduk Mapolda Sumsel 17 Maret

Sebarkan artikel ini

Palembang,//Faktanews24.com– Gelombang keprihatinan terhadap dugaan praktik pembungkaman suara kritis kembali mencuat di Sumatera Selatan. Sejumlah aktivis dan insan pers menyerukan aksi unjuk rasa (UNRAS) besar di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan pada Selasa, 17 Maret 2026 mendatang.

Seruan aksi ini muncul sebagai bentuk sikap atas dugaan adanya oknum wartawan dan oknum LSM yang menerima suap dari pihak tertentu, yang dinilai berpotensi merusak integritas profesi wartawan dan lembaga swadaya masyarakat. Dugaan tersebut juga dikaitkan dengan praktik pembungkaman terhadap pemberitaan dan suara kritis aktivis di wilayah hukum Musi Banyuasin.

Para penggerak aksi menilai, jika dugaan tersebut benar terjadi, maka tindakan tersebut telah mencederai nilai-nilai independensi pers serta perjuangan LSM yang seharusnya berdiri di garis depan membela kepentingan masyarakat.

“Pers dan LSM adalah pilar kontrol sosial. Jika ada dugaan oknum wartawan dan oknum LSM yang menerima suap, maka hal itu tidak hanya mencoreng nama baik profesi, tetapi juga merusak kepercayaan publik,” ujar M Kholiq salah satu perwakilan penggerak aksi.

Karena itu, seluruh wartawan dan LSM se-Sumatera Selatan, khususnya dari wilayah Musi Banyuasin, diajak untuk bersatu dan hadir dalam aksi UNRAS di depan Mapolda Sumsel pada 17 Maret 2026 sebagai bentuk solidaritas menjaga marwah profesi serta menolak segala bentuk praktik suap dan pembungkaman.

Dalam aksi tersebut, massa juga akan menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain:
1. Mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan praktik suap terhadap oknum wartawan dan oknum LSM.
2. Menolak segala bentuk pembungkaman terhadap kerja jurnalistik dan aktivitas kontrol sosial masyarakat.
3. Mendesak pimpinan kepolisian di Sumatera Selatan untuk menindak tegas apabila terbukti ada oknum aparat yang terlibat dalam praktik pembungkaman tersebut.

M.Kholiq menegaskan bahwa gerakan ini bukan untuk menyerang profesi wartawan atau lembaga swadaya masyarakat secara keseluruhan, melainkan upaya membersihkan profesi dari dugaan praktik yang mencoreng nama baik wartawan dan LSM itu sendiri.

“Aksi ini adalah bentuk kepedulian untuk menjaga kehormatan profesi. Wartawan dan LSM harus berdiri di pihak kebenaran, bukan dibungkam atau diduga dibeli oleh kepentingan tertentu,” tegasnya.

Aksi yang akan digelar di depan Mapolda Sumsel tersebut diperkirakan akan dihadiri berbagai elemen wartawan, organisasi masyarakat sipil, serta aktivis dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Seruan pun akan disampaikan “Hentikan dugaan praktik suap kepada wartawan dan LSM”. Jangan bungkam suara wartawan dan aktivis Sumatera Selatan, khususnya di Musi Banyuasin.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *