Kabupaten Sijunjung – FaktaNews24.com, Sumbar | Dua warga dilaporkan tewas setelah tertimbun longsor saat tambang emas di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kabupaten Sijunjung, Kamis (9/4/2026).
Korban terjebak di bawah material tanah sejak pukul 16.00 WIB dan baru berhasil dievakuasi empat jam kemudian.
Kasi Kedaruratan BPBD Sijunjung, Heries membernarkan terkait dua orang warga yang tertimbun longsor saat melakukan aktivitas menambang tersebut.
“Benar, laporan masuk ke BPBD Sijunjung sekira pukul 17:00 WIB lewat, dan langsung menerjunkan tim ke lokasi,” kata Heries, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, tak lama setelah laporan masuk, pihaknya langsung mengutus satu regu tim piket yang terdiri sekitar 10 personel.
Saat di lapangan, proses pencarian dilakukan di sekitar lokasi terjadinya longsor, yakni di area tambang emas, Jorong Lintas Harapan.
“Proses pencarian kita pusatkan di lokasi, dibantu juga dengan warga. Akhirnya, korban ditemukan namun dalam keadaan meninggal dunia sekira pukul 20:00 WIB,” pungkasnya.
Pencarian sebelumnya dilakukan dengan alat berat hingga alat warga berupa cangkul dan sekop.
Pencarian sempat mendapat kendala, lantaran lokasi longsor terdapat tanah berlumpur dan banyaknya air.
“Kendalanya karena lumpur dan banyak air di sekitar area tambang yang terjadi longsor, namun ada alat berat dan peralatan warga untuk memudahkan pencarian,” sebutnya.
Sementara, menurut data yang didapat pihak BPBD Sijunjung, kedua korban berinisial NF (21) dan ZK (53). NF merupakan warga asal Jorong Dusun Jorong Duo Nagari dan ZK dari Jorong Palangki.
Hingga sekarang, jenazah kedua korban sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan pada hari ini.
“Korban sudah di rumah duka, sebelumnya dibawa ke puskesmas terdekat dari lokasi,” tambahnya.
Aktivitas PETI memang masih saja terjadi. Padahal, operasi penertiban yang dilakukan Polres Sijunjung dan jajaran serta larangan melakukan aktivitas PETI rutin dilakukan. Namun belum membuat jera para pelaku meski sudah beberapa kali memakan korban.
![]()












