Berita Nasional

Eko Setyoranu Resmi Duduki Kursi DPRD Pacitan, Api Perjuangan Rakyat Harus Terus Menyala!

×

Eko Setyoranu Resmi Duduki Kursi DPRD Pacitan, Api Perjuangan Rakyat Harus Terus Menyala!

Sebarkan artikel ini
IMG 20260409 WA0000

Faktanews24.com – Pacitan, Langit malam Pacitan pada Selasa, 8 April 2026, tidak hanya menjadi saksi sebuah prosesi formal kenegaraan. Di balik rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan, tersimpan denyut emosi, harapan, dan semangat perjuangan yang tak boleh padam. Dari ruang sidang yang khidmat itu, lahir kembali sebuah tekad: bahwa kursi legislatif bukan sekadar jabatan, melainkan amanah rakyat yang harus diperjuangkan hingga titik darah penghabisan.

Pergantian Antar Waktu (PAW) bukanlah sekadar mekanisme administratif. Ia adalah jembatan antara kehilangan dan keberlanjutan. Sosok almarhum Edi Kuncoro mungkin telah tiada, namun jejak perjuangannya tidak boleh ikut terkubur. Dan kini, tongkat estafet itu resmi dipegang oleh Drs. Eko Setyoranu, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang diharapkan mampu menjaga nyala api aspirasi rakyat tetap berkobar.

Prosesi pelantikan berlangsung tepat pukul 19.00 WIB di Gedung DPRD Pacitan. Dengan penuh khidmat, sumpah dan janji jabatan diucapkan di hadapan publik, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi. Kata demi kata yang terucap bukan sekadar formalitas, melainkan janji moral yang akan diuji oleh realitas sosial di luar gedung megah tersebut.

Sebelum sumpah diikrarkan, Surat Keputusan tentang penetapan PAW dibacakan oleh Sekretaris DPRD, Didik Alih Wibowo. Sebuah prosedur yang tampak teknis, namun sesungguhnya menjadi legitimasi bahwa perjuangan rakyat tidak boleh berhenti hanya karena satu sosok telah pergi.

IMG 20260409 WA0019

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, bersama jajaran pejabat daerah, anggota DPRD, hingga perwakilan organisasi masyarakat dan mahasiswa. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai saksi, tetapi sebagai pengingat bahwa kekuasaan sejatinya berasal dari rakyat dan harus kembali untuk rakyat.

Dalam sambutannya, Gagarin tidak sekadar menyampaikan ucapan selamat. Ia mengingatkan bahwa DPRD bukan lembaga simbolik. Ia adalah garda depan dalam memperjuangkan keadilan sosial. Fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan bukan hanya tugas administratif, tetapi alat perjuangan untuk memastikan bahwa tidak ada rakyat yang tertinggal dalam pembangunan.

“Kolaborasi antara legislatif dan eksekutif bukan pilihan, melainkan keharusan,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi penting, terlebih di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan anggaran yang kini menghimpit daerah.

IMG 20260409 WA0001

Namun, sorotan utama malam itu tertuju pada sosok Eko Setyoranu. Dalam pernyataannya, ia tidak berbicara dengan retorika kosong. Nada suaranya tegas, tetapi sarat kesadaran bahwa jalan ke depan tidak akan mudah. Ia memahami bahwa kursi yang kini didudukinya adalah simbol kepercayaan rakyat sekaligus beban sejarah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Ini bukan sekadar jabatan. Ini amanah yang harus saya jalankan dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.

Pernyataan itu menjadi titik awal dari harapan baru. Namun Eko tidak menutup mata terhadap realitas pahit. Ia secara terbuka menyinggung kondisi anggaran daerah yang sedang tidak baik-baik saja. Sebuah kejujuran yang jarang terdengar, namun justru menjadi penting di tengah krisis kepercayaan publik terhadap para pemangku kebijakan.

Di sinilah letak revolusi yang sesungguhnya yaitu dengan keberanian untuk jujur kepada rakyat.

Eko mengajak masyarakat untuk bersabar, namun bukan berarti pasrah. Ia menegaskan bahwa perjuangan akan tetap dilakukan, meskipun dalam keterbatasan. Baginya, sinergi antara rakyat dan wakilnya di parlemen adalah kunci untuk menembus berbagai kebuntuan.

“Saya bisa berada di sini karena rakyat. Maka saya akan kembali untuk rakyat,” tegasnya lagi, kali ini dengan nada yang lebih dalam.

Pelantikan ini sejatinya bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pertarungan panjang. DPRD Pacitan kini dihadapkan pada tantangan besar namun bagaimana tetap berpihak pada rakyat di tengah tekanan anggaran, dinamika politik, dan tuntutan pembangunan yang semakin kompleks.

Di tengah semua itu, satu hal yang tidak boleh hilang adalah keberanian untuk melawan ketidakadilan. Sebab sejarah telah membuktikan, perubahan tidak pernah lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian untuk bersuara dan bertindak.

Momentum PAW ini harus dimaknai lebih dari sekadar pengisian kursi kosong. Ia harus menjadi titik balik. Sebuah pengingat bahwa setiap kursi di parlemen adalah milik rakyat, bukan milik kepentingan segelintir elit.

Api perjuangan itu kini berada di tangan Eko Setyoranu. Namun sejatinya, api itu adalah milik seluruh rakyat Pacitan. Ia harus dijaga, dirawat, dan diperjuangkan bersama.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat siapa yang sekadar duduk di kursi kekuasaan. Sejarah hanya akan mengingat mereka yang berani berdiri, melawan, dan memperjuangkan keadilan hingga akhir.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *