Berita Nasional

Diduga Praktik Esek-Esek Terselubung Kian Menjamur di Pacitan

×

Diduga Praktik Esek-Esek Terselubung Kian Menjamur di Pacitan

Sebarkan artikel ini
IMG 20250808 WA0130

Faktanews24.com – Pacitan, Sebuah fenomena sosial yang mencemaskan kini mulai mencuat ke permukaan di Kabupaten Pacitan. Saat dilakukan investigasi, dugaan praktik esek-esek terselubung dikabarkan semakin menjamur, dan ironisnya, perilaku haram tersebut melibatkan sejumlah karyawati dari sebuah pabrik di wilayah tersebut.

Mirisnya, praktik menyimpang ini dijalankan secara diam-diam. Mereka melakukan praktik tersebut dengan berbasiskan berupa Aplikasi Hijau yang sejatinya digunakan untuk komunikasi biasa. Namun dalam praktiknya, aplikasi tersebut disalahgunakan menjadi sarana transaksi layanan seksual secara tersembunyi.

Fenomena ini memicu keprihatinan masyarakat, sebab para pelaku diduga berasal dari kalangan perempuan muda yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga dan bagian dari kekuatan produktif daerah.

IMG 20250808 WA0116
Ilustrasi Dugaan Praktik Esek-Esek Terselubung

Menurut keterangan dari sejumlah sumber menyebutkan, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi munculnya praktik ini. Salah satunya adalah tak lepas dari kondisi faktor ekonomi yang tidak stabil sebagai dampak gaya hidup yang tidak seimbang, di mana penghasilan sebagai buruh pabrik dianggap tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Menurut kabar yang sampai ditelinga wartawan, ada banyak faktor yang melatarbelakangi mereka melakukan transaksi kenikmatan sesaat. Salah satunya tak lepas dari faktor ekonomi sebagai dampak gaya hidup yang tidak seimbang.

Selain itu, juga dilatarbelakangi suka sama suka, atau ingin mencari sensasi kenikmatan yang berbeda.

“Gaji mereka pas-pasan, sementara tuntutan gaya hidup tinggi. Akhirnya banyak yang memilih jalan pintas,” ujar salah seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya saat diwawancarai wartawan pada Jumat, 8 Agustus 2025 .

Selain motif ekonomi, praktik ini juga disebut dilandasi oleh hubungan suka sama suka, serta adanya dorongan untuk mencari sensasi kenikmatan yang berbeda di luar hubungan yang sah secara hukum dan agama.

Fenomena ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Banyak pihak mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah cepat dalam menelusuri kebenaran informasi ini.

Masyarakat juga berharap adanya pendekatan edukatif dan pembinaan moral, khususnya kepada kalangan pekerja dan generasi muda, agar tidak mudah tergoda oleh tawaran kenikmatan sesaat yang berujung pada kehancuran moral dan sosial.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan maupun aparat kepolisian terkait dugaan praktik tersebut. Namun isu ini menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Loading