Info Aceh

Kapolda Aceh Dampingi Menko Polkam Tinjau Pemulihan Pasca Banjir Bandang di Aceh Utara

×

Kapolda Aceh Dampingi Menko Polkam Tinjau Pemulihan Pasca Banjir Bandang di Aceh Utara

Sebarkan artikel ini

FaktaNews24.com, ACEH UTARA – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam) Djamari Chaniago, saat meninjau proses Pemulihan Pasca Banjir Bandang di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (7/1/2026).

|| Menko Polkam Berdialog dengan Kapolda Aceh saat Kunker ke Aceh Utara ||

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa jajaran kepolisian bersama unsur terkait menurunkan sekitar 1.300 personel yang disiagakan di empat kabupaten terdampak banjir. Personel tersebut terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pencarian korban, evakuasi warga, hingga pembersihan lokasi terdampak dengan dukungan peralatan penanggulangan bencana.

Selain penanganan darurat, kepolisian juga melakukan pendampingan dalam proses pemulihan awal bagi masyarakat. Salah satunya dengan membantu pengurusan dokumen administrasi warga yang hilang atau rusak akibat banjir.

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah juga menyampaikan rencana pembangunan rumah Hunian Tetap (Huntap) di Kabupaten Aceh Utara saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, dalam kunjungannya tersebut.

Pihak kepolisian sedang merencanakan pembangunan rumah tetap bekerja sama dengan pemerintah. Semakin luas lahannya, alhamdulillah, proses pengembangannya bisa lebih cepat. Jumlah rumah yang akan dibangun sementara direncanakan sebanyak 300 unit, dengan lokasi awal di Aceh Tamiang. ” ujar Kapolda.

Kapolda juga menyebutkan, pihaknya telah mendapatkan lahan seluas satu hektare untuk tahap awal pembangunan. Jika ada tambahan lahan hingga 10 hektare, proses pembangunan diyakini akan lebih maksimal.

“Rencana pembangunan ini masih terus disiapkan, termasuk perhitungan luas rumah dan lokasi. Semua kami lakukan agar rumah yang dibangun bisa bermanfaat bagi warga terdampak bencana,” Pungkas Irjen.

Terkait keberadaan tumpukan kayu yang terbawa arus banjir, Irjen Marzuki menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pemetaan awal di sejumlah titik. Berdasarkan hasil sementara, terdapat sedikitnya tiga lokasi utama di wilayah timur yang ditemukan tumpukan kayu lama yang belum terpotong.

“Untuk saat ini masih pada tahap pemetaan dan pengumpulan data. Belum dapat dipastikan asal-usul kayu tersebut, karena masih bersifat indikasi awal,” ujar Irjen Marzuki kepada wartawan.

Ia menambahkan, hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa aliran kayu tersebut diduga terbawa dari wilayah Gayo Lues hingga Aceh Tamiang. Namun demikian, pihaknya belum menemukan indikasi yang mengarah ke wilayah lain.

“Sepanjang aliran sungai dari Gayo Lues sampai Aceh Tamiang, kayu-kayu ini hampir tidak menunjukkan bekas pemotongan yang sempurna,” jelasnya.

Kapolda Aceh menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di lokasi bencana tidak hanya difokuskan pada pengamanan, tetapi juga untuk memastikan seluruh proses evakuasi, pembersihan, dan pemulihan berjalan dengan aman dan tertib.

“Kami berupaya membantu masyarakat semaksimal mungkin, termasuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan, khususnya pelayanan administrasi. Semua ini dilakukan agar proses pemulihan pascabanjir dapat berlangsung dengan baik,” katanya.

Kunjungan Menko Polkam yang didampingi Kapolda Aceh tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah dalam upaya penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta penguatan mitigasi bencana di Aceh Utara ke depan. (Mahlil/Indra)

#menkopolkam #kapoldaaceh #polresacehutara #pemkabacehutara
Mahlil