Jombang

Wali Murid MTs Miftahun Najah Desak Transparansi Dana BOS dan Audit Ulang

×

Wali Murid MTs Miftahun Najah Desak Transparansi Dana BOS dan Audit Ulang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260401 WA0019XByLz5Y

Wali Murid MTs Miftahun Najah Desak Transparansi Dana BOS dan Audit Ulang

Jombang …..faktaNews24– Sejumlah wali murid di MTs Miftahun Najah yang berlokasi di Jl. Sunan Drajat No.06, Bajang, Karanglo, Mojowarno, Kabupaten Jombang, menyampaikan keberatan terkait dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Para wali murid mengaku terbebani dengan adanya pungutan biaya yang dinilai cukup tinggi kepada siswa. Mereka mempertanyakan dasar penarikan biaya tersebut, mengingat dana BOS seharusnya dapat membantu meringankan kebutuhan operasional pendidikan tanpa membebani orang tua secara berlebihan.

Salah satu perwakilan wali murid menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya meminta penjelasan kepada pihak sekolah, khususnya terkait penggunaan anggaran untuk pengembangan fasilitas, termasuk perpustakaan. Namun, hingga saat ini informasi yang diperoleh dinilai belum transparan.

Selain itu, wali murid juga mengungkapkan kesulitan dalam menemui kepala sekolah, Nasikudin, saat hendak melakukan konfirmasi secara langsung maupun melalui awak media.

Mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Komite Madrasah, sumbangan atau infak dalam satuan pendidikan harus bersifat sukarela, transparan, dan tidak mengikat. Oleh karena itu, wali murid menilai perlu adanya keterbukaan informasi publik terkait pengelolaan anggaran tersebut.

Atas dasar itu, para wali murid mendesak pihak terkait untuk melakukan audit ulang terhadap penggunaan dana BOS di lingkungan sekolah. Langkah ini dinilai penting guna memastikan anggaran digunakan sesuai ketentuan serta mencegah potensi penyimpangan yang dapat merugikan dunia pendidikan.

Para wali murid berharap pihak sekolah dan instansi terkait dapat segera memberikan klarifikasi secara terbuka serta mengambil langkah perbaikan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

Loading

Hendrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *