Berita Nasional

Ronny Masuk Golkar? Peta Politik Pacitan Makin Membara!

8
×

Ronny Masuk Golkar? Peta Politik Pacitan Makin Membara!

Sebarkan artikel ini
Img 20250830 Wa0016

Faktanews24.com – Pacitan, Peta politik Pacitan menjelang Musda Golkar 2025 semakin panas setelah nama Ronny Wahyono, S.I.P. disebut-sebut siap hijrah ke Partai Golkar. Gelombang dukungan masyarakat terus mengalir, terutama dari basis kuatnya di berbagai kecamatan, termasuk kemenangan telak di Kecamatan Kota Pacitan. Massa yang solid itu membuat posisi Ronny kian diperhitungkan. Bagi masyarakat, Ronny bukan sekadar politisi, melainkan figur yang hadir, bekerja nyata, dan dipercaya.

Euforia dukungan tersebut memperlihatkan bahwa publik Pacitan benar-benar ingin Ronny tidak tinggal diam. Sosoknya dipandang membawa harapan baru untuk regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar. Dengan rekam jejak yang jelas dan pengalaman panjang di legislatif, kehadiran Ronny disebut-sebut mampu menggairahkan kembali mesin politik beringin di Pacitan.

Namun, jalan Ronny bukan tanpa batu sandungan. Resistensi dari kader lama yang menilainya sebagai “pendatang” masih terasa. Ditambah lagi, peta koalisi internal yang ruwet, di mana tokoh-tokoh senior sudah lebih dulu digadang masuk bursa Musda. Persaingan di internal Golkar dipastikan berlangsung panas dan penuh intrik.

Koordinator RW Center, Nurichwan, menyuarakan keyakinannya bahwa Ronny adalah jawaban dari keresahan masyarakat. Menurutnya, Ronny bukan hanya memiliki basis massa yang nyata, tetapi juga figur yang membumi.

“Dukungan ini datang karena masyarakat ingin ada regenerasi dan arah baru saluran aspirasi rakyat di Pacitan. Bisa jadi, melalui Partai Golkar inilah saluran yang tepat. Tapi tentu saja, partai kader punya mekanisme yang harus dilalui,” tegasnya.

Pernyataan itu senada dengan pandangan Hadi Suwarno, yang akrab disapa Nano. Ia mengingatkan agar isu pencalonan Ronny tidak buru-buru ditelan mentah-mentah.

“Ini bisa serius, tapi kalau merujuk AD/ART, seseorang harus lebih dulu jadi anggota atau pengurus. Beliau boleh mendaftar, tapi secara administratif bisa saja gugur di tengah jalan. Aturan internal partai jelas, tanpa memenuhi AD/ART, tidak bisa masuk bursa ketua,” terang Nano.

Di tengah riuhnya isu Ronny masuk Golkar, publik Pacitan juga diguncang rumor politik besar: kabar Gagarin akan hijrah ke Partai Demokrat dengan restu langsung dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk maju sebagai bupati. Sementara itu, Ronny justru dikaitkan dengan langkah sebaliknya, merapat ke Golkar demi membesarkan partai beringin. Isu “tukar guling” ini sontak membuat suasana politik semakin bergelora.

Meski kepastian belum jelas, geliat isu ini menyulut diskusi sengit di masyarakat. Bagi elite Golkar, isu ini jelas bukan perkara sepele. Bagaimana mereka merespons akan sangat menentukan arah Musda, yang kini diprediksi akan berlangsung paling panas dalam sejarah politik Pacitan akhir Agustus 2025.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno