Faktanews24.com
Kabupaten Cirebon — Ribuan warga Desa Bangodua, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, tumpah ruah mengikuti Karnaval Arak-Arakan Tumpeng Sewu dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Bangodua ke-545, pada sabtu (22/11/2025). Warga dari setiap blok membawa tumpeng dan berkumpul di Blok Sekecik sebagai titik persiapan sebelum karnaval dimulai.
Karnaval budaya ini menampilkan beragam kreativitas warga, mulai dari arak-arakan tumpeng, pertunjukan budaya, hingga pakaian adat khas daerah. Suasana meriah terlihat sepanjang jalur yang dilalui peserta arak-arakan.
Acara tersebut turut dihadiri Kuwu Desa Bangodua Miskad beserta perangkat desa, perwakilan Kesultanan Kanoman Cirebon Pangeran Patih Qodiran beserta rombongannya, Keraton Kasepuhan Cirebon, Disbudpar, Danramil Klangenan Kapten Edy Hartono beserta jajaran, Wakapolsek Klangenan Ipda Toton S. Sos jajarannya, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, RT/RW, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan Kitab Budaya, Tempoan, isoma, sambutan-sambutan, kidung tawasulan, bedah sejarah desa, pemotongan tumpeng besar, tari topeng, santunan simbolik bagi 10 warga, doa penutup, hingga pengundian door prize. Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda Beat, sepeda listrik, mesin cuci, serta hadiah menarik lainnya.
Kuwu Desa Bangodua, Miskad, menuturkan bahwa pelaksanaan Tumpeng Sewu ini merupakan yang pertama kali digelar, seiring ditemukannya kembali naskah dan catatan sejarah desa.
Dari sejarahnya, warga Bangodua tidak diperbolehkan menjual nasi, tetapi dianjurkan untuk bersedekah menggunakan nasi. Maka dari itu, Tumpeng Sewu ini menjadi simbol sedekah nasi dan rasa syukur. Intinya, kita berdoa bersama, menjalin silaturahmi, dan makan bersama,” ujar Miskad.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan tradisi Sedekah Bumi. Kami meyakini Tumpeng Sewu akan menjadi ikon desa yang akan digelar setiap tahun.
Karena ini perdana, tetapi masyarakat sudah sangat guyub dan gotong royong. Tahun depan pasti lebih meriah karena semua warga sudah mengetahui dan mempersiapkan lebih matang. Insya Allah kegiatan ini menjadi agenda tahunan desa,” tambahnya.
Karnaval Tumpeng Sewu ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus memperkuat kebersamaan dan identitas Desa Bangodua yang telah berusia lebih dari lima abad.
Jono












