Faktanews24.com – Pacitan, Seorang pria bernama Wawan, nama yang kini menghantui warga Pacitan. Di balik sosoknya, tersembunyi dendam membara yang berujung pada pembantaian tragis sebuah keluarga.
Apa yang sebenarnya terjadi hingga Wawan tega menghabisi nyawa mantan mertuanya dan melukai empat anggota keluarga mantan istrinya sendiri?
Sabtu malam kelabu, 20 September 2025, menjadi saksi bisu amukan Wawan di Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Tanpa ampun, ia menyerang rumah mantan istrinya, Miswati, dengan senjata tajam.
Timi mantan mertua pelaku, seorang perempuan berumur 50an tahun meregang nyawa di tempat kejadian, sementara Miswati dan tiga anggota keluarga lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius.
“Pelaku masih dalam pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Choirul Maskanan saat diwawancarai wartawan pada Minggu, 21 September 2025.
Polisi kini memburu Wawan hingga ke pelosok perbukitan dan hutan di sekitar Desa Temon, Kecamatan Arjosari. Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menegaskan pihaknya mengerahkan tim gabungan untuk menangkap Wawan secepatnya.
Motif di balik aksi brutal Wawan diduga kuat adalah sakit hati. Kepala Desa Temon, Jamiatin, mengungkapkan bahwa Wawan kecewa karena Miswati menolak rujuk dan berencana menikah lagi. Penolakan ini tampaknya menjadi pemicu dendam yang selama ini terpendam dalam diri Wawan.
Lantas, siapa sebenarnya Wawan? Mengapa dendamnya begitu membara hingga tega melakukan aksi keji tersebut? Pertanyaan-pertanyaan ini terus berputar di benak warga Pacitan yang kini hidup dalam ketakutan.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 20 September 2025, pukul 19.00 WIB. Pelaku tiba-tiba mendatangi rumah mantan istrinya dan mengamuk di lokasi.
Pelaku langsung mengamuk dengan membacok seisi rumah dengan senjata tajam. Satu orang meninggal di lokasi, sementara empat lainnya mengalami luka bacok.
“Korban meninggal sudah dimakamkan. Sedangkan korban cedera yang rata-rata mengalami luka bacok di leher menjalani perawatan di rumah sakit,” terang Choirul.
Aksi pelaku diduga dipicu rasa kesal mengetahui mantan istrinya hendak menikah lagi. Pelaku saat ini masih dalam pengejaran petugas kepolisian.
Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melapor jika mengetahui keberadaan Wawan.
Kisah Wawan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya dendam dan pentingnya mengelola emosi dengan baik. Tragedi ini juga menjadi pukulan telak bagi Kabupaten Pacitan, yang selama ini dikenal sebagai daerah yang aman dan damai.
Akankah Wawan berhasil ditangkap? Apa hukuman yang pantas untuknya? Dan bagaimana nasib Miswati dan keluarganya yang kini harus berjuang melawan trauma mendalam? Ikuti terus perkembangan kasus ini hanya di sini.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno











