Indramayu

Tiga Kali Didatangi, Kepala SD Negeri 1 Gabuswetan Tak Kunjungi Tampak: LSM ABRI Siapkan Laporan Resmi

25
×

Tiga Kali Didatangi, Kepala SD Negeri 1 Gabuswetan Tak Kunjungi Tampak: LSM ABRI Siapkan Laporan Resmi

Sebarkan artikel ini
Img20251121091548 Scaled

Faktanews24.com – Indramayu – Tiga kali didatangi, tiga kali pula Kepala SD Negeri 1 Gabuswetan tidak dapat ditemui. Situasi itu membuat Ketua LSM Abdi Lestari (ABRI) DPW Jawa Barat, Abdul Hanafi, menilai pihak sekolah tidak kooperatif dalam memberikan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian proyek revitalisasi yang tengah berjalan.

Img20251118110915 Scaled
Foto Saat Kunjungan Kedua, Tampak Kendaraan Yang Digunakan Kepsek (18/11/2025)

Kunjungan pertama dilakukan pada 8 November 2025. Kunjungan kedua menyusul pada 18 November 2025, namun pihak sekolah kembali menyampaikan melalui pesan WhatsApp, bahwa Kepala Sekolah sedang mengikuti Bimbingan Teknis di Jakarta. Dalam dua kesempatan itu, Hanafi hendak meminta penjelasan terkait sejumlah temuan di lapangan, termasuk dugaan penyediaan konsumsi pekerja proyek oleh pihak tertentu.

Img20251121093213 Scaled
Poto Kunjungan Ketiga, Diruang Sekolah Sd Negeri 1 Gabuswetan 

Kunjungan ketiga berlangsung pada Jumat (21/11/2025). Seorang pria yang mengaku guru kelas bernama Dimas menyampaikan bahwa Kepala Sekolah tidak hadir karena sakit setelah mengikuti Bimtek. “Kemungkinan kecapean mas, karena habis mengikuti bimtek dari tanggal 10 sampai 14,” ujarnya saat ditemui di ruang sekolah.

Img20251121095109 Scaled
Wawancara Dengan Guru, Yang Menyebut Dirinya Dimas, Guru Kelas 

“Kami sudah tiga kali datang, tetapi Kepala Sekolah tidak pernah bisa ditemui. Kami hanya ingin klarifikasi resmi dan memastikan informasi agar tidak ada kesalahpahaman,” tegas Hanafi.

Namun, keterangan itu mulai diragukan setelah Hanafi mendengar pernyataan berbeda dari warga sekitar. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku melihat Kepala Sekolah berada di sekolah pada pagi hari dan menyebutkan ciri motor yang diduga digunakan Kepala Sekolah.

Untuk memastikan fakta tersebut, Hanafi meminta klarifikasi langsung kepada Ketua PGRI Gabuswetan. Foto yang ditunjukkan dibenarkan sebagai sosok Kepala SD Negeri 1 Gabuswetan. Konfirmasi serupa juga diterimanya dari Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu yang menyebut foto tersebut sebagai “kepsek kunuh”.

Hanafi menilai rangkaian keterangan yang tidak konsisten itu menimbulkan dugaan bahwa Kepala Sekolah sengaja menghindari proses klarifikasi. “Jika seorang pejabat publik tidak terbuka, ini patut dipertanyakan. Klarifikasi itu penting agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran,” tegasnya.

Atas situasi ini, LSM ABRI berencana melayangkan laporan resmi ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Indramayu agar dilakukan audit khusus terhadap proyek revitalisasi dan sikap ketidakkooperatifan pihak sekolah.

Dauri Duryanto
Author: dauri duryanto

Jurnalist

LSM ABRI
(D Duryanto)