Uncategorized

Wartawan Deli Serdang Pererat Silaturahmi di Arisan Bulanan, ” Rumah Edy Yansyah Jadi Saksi Keakraban di Tengah Hembusan Angin Pantai Labu”

26
×

Wartawan Deli Serdang Pererat Silaturahmi di Arisan Bulanan, ” Rumah Edy Yansyah Jadi Saksi Keakraban di Tengah Hembusan Angin Pantai Labu”

Sebarkan artikel ini
IMG20260118142441 768x768 1

Pantai Labu, Faktanews24.com

Di tengah hiruk-pikuk dunia jurnalisme yang penuh deadline dan berita panas, sekelompok wartawan Deli Serdang menemukan oase kebersamaan melalui tradisi arisan bulanan mereka. Minggu ini, (18/1/2026), acara yang digelar setiap bulan pada Minggu ke 3 itu kembali hadir di rumah Edi Yansyah, Desa Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

Bukan sekadar kumpul rayakan undian, tapi momen silaturahmi yang mengikat hati, menguatkan solidaritas profesi, dan mengingatkan akan nilai luhur persaudaraan dalam Islam.

Rumah sederhana Edi Yansyah yang berhembus angin segar dari pantai terdekat itu berubah menjadi pusat keakraban.

Puluhan wartawan dari berbagai media lokal dan daerah sekitar berkumpul sejak pagi, membawa cerita berita terbaru sambil menikmati hidangan khas Deli Serdang seperti rendang, gulai ikan gurami , dan kue tradisional.

“Arisan ini bukan hanya soal rezeki undian, tapi lebih kepada silaturahmi. Seperti sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari: ‘Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi,’” ujar Edi Yansyah, tuan rumah sekaligus wartawan senior yang menjadi penerima undian keberuntungan kali ini.

Tradisi ini telah berjalan rutin sejak dua tahun terakhir, selalu di Minggu ke-3 setiap bulan, sebagai bentuk gotong royong di kalangan pewarta Deli Serdang.

Lokasi bergilir di rumah anggota, kali ini jatuh pada Edi yang dikenal ramah dan vokal dalam liputan isu lokal seperti banjir Pantai Labu atau pembangunan infrastruktur Deli Serdang.

Acara dimulai sambutan hangat dari tuan rumah, hingga sesi diskusi santai tentang etika jurnalisme di era digital.Manfaatnya tak terbantahkan. Di tengah tantangan profesi seperti tekanan verifikasi berita palsu dan kompetisi media online, arisan ini jadi “jaring pengaman” emosional.

Seorang wartawan muda Tiara, berbagi, “Di sini kami saling curhat, tukar tips liputan, bahkan bantu edit berita. Silaturahmi seperti ini membuat kami lebih kuat menghadapi isu sensitif di Deli Serdang, dari politik lokal hingga bencana alam.”

Data dari Pengurus Wartawan Deli Serdang menyebut, kehadiran mencapai 80% tiap bulan, dengan dana arisan yang juga dialokasikan untuk santunan anggota sakit atau korban bencana.Nilai silaturahmi ini selaras dengan ajaran Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 1 yang menekankan ikatan kemanusiaan, sekaligus memperkuat etika jurnalisme berbasis Pancasila, khususnya sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab.

Di era di mana media sering dikritik polarisasi, inisiatif seperti ini jadi contoh positif: wartawan tak hanya liput berita, tapi ciptakan kebersamaan nyata.Acara ditutup dengan doa bersama dan foto keluarga besar, meninggalkan semangat untuk bulan depan. Arisan wartawan Deli Serdang bukti bahwa di balik keyboard dan kamera, ada hati yang saling terhubung. (tim)