OKI, Faktanews24,—-Petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI ) , Sumatera Selatan, menerima bantuan 142, 700 kilogram Benih Padi. Bantuan dari kementerian pertanian tersebut di salurkan melalui Pemerintah Kabupaten OKI sebagai upaya memastikan ketahanan pangan terjaga dan percepatan pemulihan sektor pertanian khususnya untuk sawah yang terdampak banjir.
Bupati OKI,H, Muchendi, mengatakan bantuan benih padi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekali gus memulihkan perekonomian petani pascabnjir.
“Kita berharap air cepat surut sehingga petani bisa segera menanam kembali,” ujar Muchendi saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lempuing, Selasa ( 13/1/2026 )
Ia juga minta Dinas Pertanian dan jajaran terkait memberikan pendampingan penuh terhadap petani, mulai dari persiapan bahan hingga proses tanam ulang agar produksi padi tetap terjaga.
Data Dinas Ketahanan pangan, Tanaman pangan, dan Hartikultura Kabupaten OKI mencatat sekitar 6.000 hektare sawah di beberapa kecamatan terdampak banjir, yang paling terdampak yakni di Lempuing, Lempuing Jaya, Jejawi, dan Air Sugihan, Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah paling terdampak, pada hal keduanya merupakan lumbung pangan utama di Kabupaten OKI.
“Bantuan ini bukan sekedar dukungan moril, tetapi menjadi harapan nyata agar petani bangkit kembali demi ketahanan pangan dan kesejahteraan,” kata Muchendi.
Pelaksanaan Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI, Alexander Bustomi, menjelaskan bahwa sebagian lahan yang terdampak banjir sebelum nya telah mencapai indeks pertanaman ( IP ) 200 bahkan ada yang IP 300. Artinya, petani masih memiliki peluang untuk segera melakukan tanam ulang setelah lahan mengering.
“Meski terjadi perlambatan masa tanam, kami berharap produksi tidak berkurang terutama di Lempuing, Lempuing Jaya, dan sebagian Air Sugihan yang sudah IP 300 ,” ujar nya.
Sumarno, petani asal Desa Sumber Makmur, Lempuing mengaku bantuan Benih tersebut sangat membantu setelah sawahnya terendam banjir selama beberapa hari.
“Kalau tidak ada bantuan benih,kami harus keluar biaya lagi. Padahal hasil panen sebelum nya gagal. Dengan benih ini kami bisa langsung tanam begitu sawah kering,” katanya.
Petani lainnya, Suyatno, berharap pendampingqn dari penyuluh pertanian terus dilakukan agar masa tanam berikut nya berjalan optimal.
“Kami ingin tanaman secepatnya supaya tidak terlalu tertinggal musim,” katanya.
Bantuan benih yang telah di salurkan tersebut baru bisa mengcover kebutuhan kecamatan Lempuing. Pemerintah kabupaten OKI juga mengupayakan tambahan Benih melalui Cadangan Benih Nasional ( CBN ) Kementerian pertanian dan sumber lainnya.
“Bantuan yang disalurkan saat ini tentu belum mencukupi seluruh kebutuhan . Selain itu terdapat mekanisme yang harus dilakukan dalam menentukan apakah lahan benar – benar dinyatakan gagal panen ( puso) oleh petugas POPT untuk selanjutnya kita proses pengusulan bantuan lanjutan,” kata Alexander. ( Taufik Ardani).













