Faktanews24.com – Pacitan, Program Quickwin Presiden Prabowo Subianto di bidang ekonomi melalui pembentukan Koperasi Merah Putih mendapat sambutan hangat di Kabupaten Pacitan. Hal ini terlihat dalam kegiatan sosialisasi bertajuk Penguatan Koperasi Merah Putih yang digelar pada 3-4 September 2025 di Wisma Atlet Pacitan, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80.
Acara yang diprakarsai oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan dan difasilitasi oleh Inspektorat Daerah ini dihadiri perwakilan dari 12 kecamatan dan 172 desa se-Kabupaten Pacitan. Kehadiran unsur pemerintah, kejaksaan, hingga perangkat desa menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang sehat, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini menghadirkan dr. Daru Mustikoaji, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, yang memaparkan potensi unit usaha bidang kesehatan yang bisa dijalankan koperasi desa. Menurutnya, sektor kesehatan memiliki peluang besar untuk dikelola secara mandiri oleh desa, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Beberapa unit usaha yang bisa dikembangkan antara lain pendirian Apotek Desa, Toko Jamu, produksi pangan industri rumah tangga, serta Klinik Desa. Semua ini tidak hanya bisa membuka lapangan kerja baru, tapi juga meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat,” jelas dr. Daru saat diwawancarai wartawan pada Kamis, 4 September 2025.
Dalam pemaparannya, dr. Daru tidak hanya menjelaskan potensi keuntungan, tetapi juga secara detail menyampaikan persyaratan pendirian, analisis SWOT, hingga perhitungan kemungkinan balik modal dari masing-masing unit usaha. Ia menekankan bahwa pengelolaan usaha di bidang kesehatan berbeda dengan usaha lainnya, karena menyangkut aspek keselamatan manusia.
“Oleh karena itu, sebelum koperasi mengembangkan unit usaha di bidang kesehatan, perlu dilakukan kajian mendalam agar berjalan sesuai regulasi dan tidak membahayakan masyarakat. Namun bila dikelola dengan baik, sektor ini sangat menjanjikan,” imbuhnya.
Dinas Kesehatan menyambut baik antusiasme desa-desa yang mulai berkonsultasi mengenai peluang usaha kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran baru bahwa koperasi tidak hanya sebatas wadah ekonomi, tetapi juga dapat menjadi instrumen pembangunan sosial, termasuk di sektor kesehatan.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Daerah Pacitan terhadap program nasional Koperasi Merah Putih. Dengan kolaborasi lintas sektor kejaksaan, inspektorat, dinas kesehatan, dan pemerintah desa diharapkan koperasi dapat tumbuh menjadi lembaga yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing.
“Pacitan siap menjadi bagian dari gerakan nasional Koperasi Merah Putih. Dengan sinergi yang kuat, koperasi di desa-desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus peningkat kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












