Indramayu

Aksi Tak Terduga di Indramayu: Koin Demi Koin untuk Ganti Rugi Fasum

×

Aksi Tak Terduga di Indramayu: Koin Demi Koin untuk Ganti Rugi Fasum

Sebarkan artikel ini
file 0000000035c87208b4eb5ebbad433093

Gambar poto ilustrasi Faktanews24.com – Indramayu – Di tengah riuhnya polemik pasca aksi unjuk rasa yang berujung pada perusakan fasilitas umum di Alun-Alun Indramayu, beredar sebuah video yang menghadirkan sisi berbeda dari peristiwa tersebut. Bukan lagi tentang amarah, melainkan tentang tanggung jawab yang mulai dirajut bersama.

Video tersebut memperlihatkan gerakan penggalangan dana yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara sederhana: mengumpulkan koin. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya nyata untuk memperbaiki kerusakan fasilitas umum yang terjadi saat aksi berlangsung.

Gerakan ini terbilang unik. Warga mendatangi langsung wilayah tambak, menyapa para petani dan nelayan di lokasi yang selama ini menjadi bagian dari persoalan yang diperjuangkan. Dari sana, koin demi koin dikumpulkan, bukan dari kelimpahan, melainkan dari kebersamaan.

Picsart 26 04 04 11 56 12 994 scaled
Seperti yang terekam dalam video yang beredar pada Sabtu (4/4/2026) siang, sejumlah masyarakat tampak berkumpul dalam suasana sederhana. Mereka tak lagi membawa spanduk atau menyuarakan tuntutan. Yang terdengar justru bunyi lirih logam yang saling beradu, seolah menjadi gema dari peristiwa besar yang baru saja berlalu.

“Kita mulai kumpulkan koin untuk ganti rugi kerusakan waktu demo lurr..” terdengar dalam video tersebut.

Penggalangan dana ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Tidak dengan kemewahan, tidak pula dengan kemudahan, tetapi dari apa yang dimiliki sedikit demi sedikit, namun dilakukan secara bersama-sama.

Di balik koin-koin yang terkumpul, tersimpan makna yang lebih dalam. Ada kesadaran yang tumbuh bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Dan ketika kesalahan telah terjadi, yang tersisa adalah keberanian untuk memperbaiki.

Peristiwa ini menghadirkan potret yang kontras. Di satu sisi, amarah sempat meluap dan meninggalkan jejak kerusakan. Namun di sisi lain, muncul ketulusan untuk memulihkan tanpa sorotan, tanpa panggung, hanya dilandasi niat untuk bertanggung jawab.

Koordinator umum aksi dari Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu, Hatta, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menanggung seluruh kerugian akibat insiden tersebut.

“Kami siap menanggung seluruh kerusakan fasum di Alun-alun, berapapun biayanya. Kami akan menghimpun dana secara gotong royong dari petani dan nelayan pesisir KOMPI,” tegasnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika yang terjadi, masyarakat tidak hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga berupaya memikul tanggung jawab secara kolektif.

Keping demi keping koin yang terkumpul kini bukan sekadar alat tukar. Ia menjelma menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan harapan, bahwa apa yang sempat retak, masih dapat diperbaiki selama ada kemauan untuk saling bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait total dana yang telah terkumpul dari gerakan tersebut. Namun demikian, inisiatif ini telah menjadi cermin bahwa di tengah gejolak, nurani masyarakat tetap menemukan jalannya.

Loading

(D Duryanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *