Berita Nasional

Skandal JPTP Pacitan 2025: Bocornya Nama Kandidat Picu Kekhawatiran Kasus di Ponorogo Terulang di Pacitan, Apakah Seleksi Terbuka Hanya Formalitas?

123
×

Skandal JPTP Pacitan 2025: Bocornya Nama Kandidat Picu Kekhawatiran Kasus di Ponorogo Terulang di Pacitan, Apakah Seleksi Terbuka Hanya Formalitas?

Sebarkan artikel ini
IMG 20260101 WA0093

Faktanews24.com – Pacitan, Gempar! Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Pacitan Tahun 2025 resmi rampung, tetapi publik dibuat bingung dan geram. Nama-nama calon pejabat strategis yang seharusnya diumumkan secara final justru bocor ke publik jauh sebelum keputusan definitif ditetapkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah seleksi terbuka ini hanya formalitas?

Enam jabatan strategis yang menjadi sorotan masyarakat adalah:

1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan
3. Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan SDM
4. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
5. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian
6. Kepala Dinas Perikanan

Daftar Tiga Besar Resmi Seleksi JPT Pratama Pacitan 2025

Berdasarkan Pengumuman Nomor: 06/PANSEL.PCT/XII/2025 yang dikeluarkan Panitia Seleksi JPTP Kabupaten Pacitan pada 23 Desember 2025, berikut nama calon terbaik yang masuk tiga besar:

1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat

– Dita Widiapsari – Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga

– Muchamad Chusnul Faozi – Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah

– Widhi Kusumaningtyas – Kepala Bagian Organisasi

2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan

Eno Spith Fitri Yanto Mudumi – Sekretaris Dinas Kominfo

Muhammad Muslih – Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup

Yudo Tri Kuncoro – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pacitan

3. Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan SDM

Didik Darmawan – Camat Arjosari

Dita Widiapsari – Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga

Tulus Widaryanto – Kepala Bidang Tata Ruang

4. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Muhammad Taufik – Camat Sudimoro

Effendi – Kepala Bidang Pemerintahan Desa

Sugiyem – Camat Pacitan

5. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian

Dewi Andriyani – Sekretaris Dinas Perikanan

Eno Spith Fitri Yanto Mudumi – Sekretaris Dinas Kominfo

Muhammad Ali Mustofa – Kepala Bagian Perekonomian

6. Kepala Dinas Perikanan

Nanang Hardwijono – Camat Ngadirojo

Sumitro – Instruktur Ahli Madya

Wahyono – Kepala Bidang Pengelolaan Produk Perikanan

Seleksi terbuka JPTP Pacitan 2025 digelar melalui tahapan ketat:

1. Seleksi administrasi
2. Penulisan dan pemaparan makalah
3. Asesmen kompetensi
4. Wawancara akhir
5. Rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN)

Panitia menegaskan seluruh proses berlangsung transparan dan objektif, dengan pengawasan serta rekomendasi dari BKN. Namun, kontroversi muncul karena skor penilaian setiap peserta tidak dipublikasikan, sehingga publik tidak mengetahui dasar pemilihan kandidat yang masuk tiga besar.

Meski panitia menyatakan proses seleksi objektif, informasi kandidat favorit menyebar luas di media sosial, memunculkan dugaan politik balik layar. Nama-nama yang paling sering disebut:

– Asisten Pemerintahan: Muchamad Chusnul Faozi, Sekretaris Bappeda Litbang
– Asisten Perekonomian: Yudo Tri Kuncoro, Sekretaris Dinas PUPR Pacitan
– Staf Ahli Bupati: Didik Darmawan, Camat Arjosari
– Kepala Dinas PMD: Sugiyem, Camat Pacitan
– Kepala Dinas Koperasi: Muhammad Ali Mustofa, Kepala Bagian Perekonomian
– Kepala Dinas Perikanan Nanang Hardwijono, Camat Ngadirojo

Publik mempertanyakan: apakah kandidat favorit dipilih karena kompetensi atau pengaruh politik? Dan, mengapa skor seleksi dari 4 calon hingga 3 besar tidak diumumkan, padahal seleksi bersifat terbuka?

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji menegaskan, keputusan final akan tetap mengacu pada rekam jejak, capaian kinerja, dan hasil seleksi terbuka. Dari tiga kandidat tiap jabatan, Bupati akan memilih satu pejabat definitif secara objektif.

Namun, rumor bocoran nama telah menciptakan gelombang ketidakpercayaan publik. Warga menyoroti potensi kasus serupa yang pernah terjadi di Ponorogo, di mana kurangnya transparansi seleksi jabatan menurunkan semangat kerja birokrasi dan memicu dugaan praktik korupsi promosi jabatan.

Ketua Panitia Seleksi, yang sekaligus Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, S.P., menegaskan,” hasil seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” dalam keterangan pengumuman yang ditanda tanganinya.

Para calon terpilih akan segera dilantik pada awal tahun 2026 untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah, dalam keterangan tertulisnya di pengumuman resmi.

Isu pergeseran promosi jabatan strategis di Pemkab Pacitan menjadi sorotan publik, berikut pertanyaan publik:

Bagaimana panitia menentukan siapa masuk tiga besar tanpa menampilkan skor?

Apakah seleksi terbuka ini benar-benar kompetitif dan adil?

Apakah pejabat baru akan bekerja untuk masyarakat atau untuk kepentingan politik tertentu?

Apakah ada potensi praktik korupsi dalam promosi jabatan, seperti kasus yang sempat terjadi di Ponorogo?

Seleksi JPT Pratama Pemkab Pacitan 2025 resmi rampung, namun bocornya nama kandidat favorit dan minimnya keterbukaan informasi menimbulkan kontroversi besar. Semua mata kini tertuju pada Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji: apakah birokrasi Pacitan akan tetap kredibel atau terseret dalam politik balik layar dan dugaan korupsi promosi jabatan?

Publik Pacitan menunggu dengan napas tertahan, menanti nama-nama resmi pejabat strategis yang akan menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) maupun Sekretariat Daerah (Sekda) Pacitan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Jefri Asmoro Diyatno
Author: Jefri Asmoro Diyatno

Sarjana Ekonomi (S.E) di Stainu Pacitan (2024). Bergabung di Faktanews24.com sejak tahun 2023. Meliput berbagai topik, pemerintahan, politik, hukum, seni, pendidikan, budaya, pariwisata, isu daerah dan isu nasional di Indonesia maupun isu dunia internasional.